Jakarta, – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi yang mengaitkan lembaga tersebut dengan rilis survei nasional tentang tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2026. Indikator Politik menegaskan bahwa mereka tidak menerbitkan survei nasional apa pun pada periode tersebut.
“Kami ingin meluruskan bahwa Indikator Politik Indonesia tidak merilis survei nasional mengenai kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo pada Juli 2026. Hasil survei terakhir kami mengenai topik tersebut dirilis pada November 2025,” demikian pernyataan resmi yang diterima wartawan, Kamis (30/7/2026).
Dalam survei terakhir yang dirilis Indikator Politik pada November 2025, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sebesar 78 persen . Survei yang dilakukan pada 20-27 Oktober 2025 terhadap 1.220 responden itu menunjukkan angka kepuasan yang relatif stabil, turun tipis dari 80,9 persen pada Januari 2025 .
“Hasil survei November lalu menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat masih puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Masyarakat paling puas dengan pemberantasan korupsi, bantuan sosial, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar pendiri Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, dalam rilis sebelumnya . “Menariknya, kinerja ekonomi saat ini belum menjadi faktor utama yang memengaruhi kepuasan publik terhadap presiden,” jelas Burhanuddin yang juga merupakan pakar survei yang kredibel .
Belakangan ini, beredar angka tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo yang menyentuh 51,1 persen berdasarkan survei lembaga lain, yaitu Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) . Survei SMRC yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026 tersebut mencatat penurunan signifikan dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen .
Namun demikian, Indikator Politik Indonesia menegaskan bahwa angka tersebut bukan berasal dari lembaga mereka. “Kami tidak bisa berkomentar banyak tentang hasil survei lembaga lain. Setiap lembaga memiliki metodologi dan periodisasi yang berbeda. Yang jelas, Indikator Politik tidak pernah merilis data survei nasional pada Juli 2026 tentang topik ini,” tegas perwakilan lembaga tersebut.
Indikator Politik juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam mencermati sumber informasi dan tidak mencampuradukkan hasil survei dari lembaga yang berbeda. “Kami mendorong publik untuk selalu memeriksa sumber rilis dan metodologi survei sebelum menyimpulkan,” pungkasnya .






