Jakarta, 2 Agustus 2026 – Sejumlah lembaga pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dialihfungsikan menjadi tempat penginapan bagi peserta Muktamar ke-36 Nahdlatul Ulama (NU). Akibatnya, para santri yang menempati asrama di lembaga tersebut harus belajar secara daring selama pelaksanaan muktamar berlangsung.
Keputusan ini diambil oleh panitia lokal untuk memenuhi kebutuhan akomodasi bagi ribuan peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Muktamar NU ke-36 yang digelar di Jombang pada awal Agustus 2026 ini diperkirakan dihadiri oleh puluhan ribu kiai, ulama, dan pengurus NU dari seluruh tanah air.
Ketua Panitia Muktamar NU Jombang, KH. Abdul Hakim Mahfudz, membenarkan bahwa sejumlah gedung pendidikan dan asrama di Tambakberas digunakan sebagai tempat istirahat peserta. “Kami memanfaatkan fasilitas yang ada di pesantren untuk menampung tamu. Ini sudah menjadi tradisi dalam setiap muktamar NU, bahwa pesantren menjadi tuan rumah bagi seluruh keluarga besar NU,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).
Namun, kebijakan ini berdampak pada kegiatan belajar mengajar para santri. Beberapa lembaga pendidikan seperti madrasah aliyah dan pondok pesantren putri sementara waktu mengalihkan proses pembelajaran ke sistem daring (online). Para santri diminta mengikuti pelajaran dari rumah masing-masing atau di lokasi yang telah disediakan panitia.
Seorang pengurus asrama di Tambakberas, yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan bahwa para santri sudah diberitahu jauh-jauh hari mengenai perubahan ini. “Para santri sudah kami siapkan untuk belajar dari rumah selama beberapa hari ke depan. Ini demi kelancaran acara muktamar yang merupakan agenda besar umat,” ujarnya.
Salah satu santri di Tambakberas mengaku sempat kaget namun memahami situasi ini. “Kami sudah diberi tahu dan kami ikhlas. Yang penting acara muktamar berjalan lancar dan nanti kami bisa kembali belajar di asrama,” ujarnya.
Muktamar NU ke-36 di Jombang sendiri berlangsung dari 1 hingga 5 Agustus 2026. Acara ini menjadi salah satu agenda penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia untuk mengevaluasi program dan memilih kepemimpinan baru. Selain di Tambakberas, panitia juga menyiapkan sejumlah lokasi penginapan lainnya di sekitar Jombang untuk menampung peserta.






