Jakarta, 2 Agustus 2026 – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa tunjangan profesi guru di lingkungan Kementerian Agama mengalami kenaikan hingga 700 persen. Peningkatan ini disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan merupakan bagian dari fokus pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 .
“Peningkatan kompetensi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan pemberian hak melalui tunjangan profesi guru telah mengalami kenaikan 700 persen, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” kata Nasaruddin dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) .
Menurut Nasaruddin, kenaikan tunjangan ini tidak terlepas dari percepatan program sertifikasi guru. Pada tahun 2025, jumlah guru yang mengikuti PPG dalam jabatan meningkat drastis dari 29.933 orang pada 2024 menjadi 206.411 orang, atau melonjak 700 persen . Para guru yang telah lulus PPG dan tersertifikasi berhak atas tunjangan profesi yang besarnya kini mencapai Rp2 juta per bulan, naik dari sebelumnya Rp1,5 juta .
Selain tunjangan profesi, Kementerian Agama juga mencatat sejumlah capaian lain. Sebanyak 5,1 juta siswa di lingkungan Kemenag telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), sementara 289.295 mahasiswa di perguruan tinggi keagamaan memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah . Pemerintah juga memberikan beasiswa kepada putra-putri Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah, dengan harapan mereka menjadi kader bangsa yang mampu mempromosikan moderasi beragama .
Di bidang sarana dan prasarana, Kementerian Agama telah merevitalisasi 556 madrasah dan sekolah keagamaan serta membangun 352 madrasah baru dan 34 perguruan tinggi keagamaan negeri . Transformasi pendidikan juga dilakukan melalui digitalisasi pembelajaran dengan menyalurkan 2.180 papan interaktif digital ke 551 madrasah .
Kementerian Keuangan telah menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp5,78 triliun untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen binaan Kementerian Agama pada tahun 2026 . Anggaran ini dialokasikan bagi guru Pendidikan Agama Islam pada sekolah dan guru madrasah yang telah lulus PPG pada 2025 namun belum teralokasikan anggaran TPG-nya pada 2026 .
Kementerian Agama menargetkan penuntasan sertifikasi bagi 467.353 guru yang telah berpendidikan S1 dalam waktu dua tahun. Anggaran sebesar Rp11,59 triliun telah diproyeksikan untuk memastikan setiap guru yang kompeten segera memiliki sertifikat pendidik dan berhak atas TPG . Dari total 1.157.050 guru binaan Kementerian Agama, sebanyak 796.418 orang (68,8%) adalah Guru Non-ASN yang menjadi target utama program peningkatan kesejahteraan ini .






