JAKARTA — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah kepala staf angkatan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (10/8/2026) pagi. Pertemuan tertutup itu digelar untuk membahas kondisi keamanan dan politik dalam negeri jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Hadir dalam pertemuan tersebut KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Terlihat pula jajaran pimpinan Komisi I DPR seperti Utut Adianto, Dave Laksono, Sukamta, dan Anton Sukantono, serta pimpinan Komisi III DPR seperti Habiburokhman dan Rano Alfath.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat. “Jadi tadi membahas tentang isu-isu strategis,” kata Agus singkat usai pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam di Ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III.
Agenda utama rapat adalah menyelaraskan langkah pengamanan jelang peringatan 17 Agustus dan menyikapi maraknya informasi hoaks yang beredar di masyarakat. Panglima TNI mengimbau publik agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Agus.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, pertemuan ini juga mematangkan persiapan Sidang Tahunan MPR dan perayaan HUT Kemerdekaan. Ia memastikan semua pihak bekerja sama menyiapkan pengamanan dengan baik.
“Persiapan Sidang Tahunan MPR dan HUT Kemerdekaan sudah semakin matang. Koordinasi ini memastikan semua berjalan lancar,” ujar Prasetyo.
Rapat yang digelar di Ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, berlangsung sekitar satu jam. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dasco terkait hasil rapat tersebut. Namun, langkah koordinasi ini menunjukkan kesiapan aparat dan DPR dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah dinamika politik dan beredarnya informasi yang belum terverifikasi.
Ketua Jaringan Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, mengapresiasi langkah Dasco yang sigap mengkoordinasikan TNI dan Polri jelang perayaan kemerdekaan. Menurutnya, sinergi aparat dan DPR dalam mengantisipasi hoaks adalah bentuk negara hadir melindungi publik dari kegaduhan informasi yang tidak bertanggung jawab.
“Kami di akar rumput merasa tenang dengan koordinasi ini. Yang penting, aparat tetap humanis dan informasi yang disebar ke publik juga harus jelas dan terverifikasi,” ujar Romadhon.






