Jakarta, 1 November 2026 – Presiden Prabowo Subianto meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menerima pengurus Kadin Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kadin harus menjadi mitra strategis. Bukan hanya teman bicara, tetapi mitra kerja yang bersama-sama membangun bangsa,” ujar Prabowo.
Dukungan untuk Dunia Usaha
Presiden menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif, termasuk penyederhanaan regulasi, kepastian hukum, dan kemudahan investasi. Ia meminta Kadin memberikan masukan konstruktif agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada dunia usaha dan rakyat.
“Sampaikan apa yang menjadi keluhan dan hambatan di lapangan. Pemerintah akan mendengar dan mencari solusinya,” tegasnya.
Prabowo juga menyoroti pentingnya hilirisasi, digitalisasi UMKM, dan pengembangan ekonomi hijau sebagai sektor-sektor yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru. Ia mendorong Kadin untuk aktif terlibat dalam program-program tersebut.
Respons Kadin
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyambut baik ajakan Presiden. Menurutnya, Kadin siap menjadi mitra strategis pemerintah dan akan mengerahkan seluruh anggotanya untuk mendukung program-program pembangunan.
“Kami siap bekerja sama. Kadin akan menjadi mitra yang aktif, konstruktif, dan bertanggung jawab,” ujar Anindya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap dunia usaha, terutama dalam menghadapi tekanan global. Anindya berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Harapan ke Depan
Prabowo berharap kemitraan antara pemerintah dan Kadin tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata. Ia meminta pertemuan rutin dan komunikasi intensif agar setiap kebijakan dapat dievaluasi bersama.
“Jangan hanya bertemu di forum resmi. Kita harus sering berdiskusi, mencari solusi bersama. Bangsa ini butuh kerja keras dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya.
Jakarta, 1 November 2026
Redaksi















