Mendirikan Reza Leadership Center (RLC)
Singkat kata, Reza akhirnya mendirikan lembaga pelatihan Reza Leadership Center (RLC). Program mengenai motivasi dan kepemimpinan itu ditawarkan ke sejumlah perusahaan di jakarta maupun kota-kota besar lainnya di Indonesia. Tak pelak, berkat kepiawaiannya berbicara, melakukan lobi dengan berbagai perusahaan besar, respon yang diterimanya sangat positif. Misalnya, datang dari salah satu BUMN di Jakarta, dengan nilai proyek hingga puluhan juta rupiah. Uniknya orang-orang yang dihadapinya adalah para pejabat eselon I BUMN tersebut. “Ternyata, metoda yang biasanya ampuh diterapkan pada mahasiswa sama sekali tidak berpengaruh. Mereka kurang perhatian,” ujarnya mengenang saat memberikan pelatihan di lingkungan instansi tersebut. Namun, ia tidak mudah „ patah arang.‟ Ia memikirkan strategi baru.
Ia mengganti metode pembicaraannya, dengan metode partisipatif. ia justeru membiarkan para pejabat instansi itu berbicara, yang hasilnya cukup jitu. Para peserta pelatihan pun kembali bersemangat dan antusias mengikuti acara itu. Bahkan, ada peserta yang di sesi pertama sempat bersikap dingin, tak menyenangkan, malah berbalik memberi semangat. Bertolak dari sukses mengadakan pelatihan di instansi itulah, ia makin banyak mendapat tawaran menyelenggarakan pelatihan di berbagai perusahaan. Misalnya, Astra, Elnusa, Jababeka, Lowe Lintas dan banyak lagi hingga jumlahnya mencapai ratusan perusahaan.
Berbeda Untuk Tiap Level Manajemen
Dijelaskannya, materi pelatihan yang diberikan, berbeda untuk tiap level manajemen. Umpamanya, untuk para front liner atau staf paling depan menghadapi pelanggan, seperti customer service, cocok diberikan materi motivasi intrapersonal dan achievement motivatioan training (pelatihan motivasi berprestasi). “Dengan metode itu, misalnya karena gaji yang juga tidak naik, karyawan menurunkan kinerja kerjanya,” ujar ayah lima anak ini seraya tersenyum. Sedangkan bagi level menengah seperti para supervisor, metode yang tepat adalah komunikasi motivasi. Tujuannya, agar mereka makin termotivasi untuk mempresentasikan ide-ide sekaligus menarik empati. “Kemudian untuk level manajer ke atas, dibutuhkan metode motivasi untuk memotivasi orang lain. Hal ini disebabkan para manajer harus mampu mengelola anak buah,” imbuhnya bersemangat. Selain itu, metode tersebut tidak sama untuk setiap perusahaan.
“Ini bukanlah motivasi generik, karena tiap orang atau perusahaan punya penyakit yang berbeda sehingga obatnya pun tidak sama,” ungkapnya lagi
Tercatat oleh MURI
Tak kalah penting, nama A. Reza M. Syarief tercatat sebagai Pemegang Rekor Dunia Training Motivasi Terlama 24 Jam Non-Stop oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) pada tanggal 24 Februari 2006 lalu, yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Selain itu ia adalah Grandmaster Motivasi dengan konsep MAHA (Meangniful, Anticipative, Honesty, Appreciative) yang telah tampil dalam berbagai forum nasional maupun internasional di dalam dan luar negeri. Juga, beliau merupakan penggagas Maha Intelligence Model dan Maha Lingustic Program, dan menjadi Juara Dunia Dalam International Achievment Conference 1997 di Swiss. Kini, selain berkiprah di Reza Leadership Center, A. Reza M. Syarief juga menjadi Komisaris PT. RLC Indonesia dan sangat produktif dalam menggulirkan paradigma maupun terobosan baru dalam Motivasi Kepemimpinan. Ia bahkan telah meluncurkan sejumlah buku berkualitas, diantaranya Buku “Life Excellece” (National Best Seller, sekitar 150.000 pembeli), “Real Battle for Succses”(Limited Edition), “Born to Fight”, “Going to be the Richest”. Di antara buku yang pernah diterbitkannya, yang paling berkenan adalah buku berjudul „ The Prince of Love‟. Penulis buku tersebut terilhami dari lagu „Laskar Cinta‟ karya salah satu grup band papan atas di ibukota. Disamping itu, ada karya lainnya yang akan segera terbit, misalnya Buku “Smart Business, Smart Heart”, “3G Total Changes Solution Management” dan The Great Marketing Strategy”. Beliau juga menjadi narasumber pada rubrik “ One Minute Manager” pada Harian Indo Pos yang terbit setiap hari Kamis. Juga, menjadi Public Speaker dalam 3 tahun terakhir.
Lebih dari itu, ia telah memberikan pelatihan pada lebih dari 662.6400 peserta denga total 6.121 jam di lebih dari 721 perusahaan lokal dan nasional Sebagai Narasumber, ingin Menjadi Sosok Behind The President . Tak hanya menekuni bidang motivasi, ia juga berkiprah di dunia presenter. Di antaranya, ia menjadi narasumber di Anteve, dalam acara “Mutiara Subuh” yang bernuansa spritual, Disamping itu juga, ia menginginkan agar ikon sebagai motivator terbentuk dalam masyarkat. “Saya ingin menjadi top if mind, menjadi orang paling diingat sebagai pakar motivasi,” katanya. Juga, ia ingin orang lain lebih akrab dengan produk-produk yang diluncurkannya. Salah satunya adalah buku yang sempat dipasarkan dengan cara direct selling.
