Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

A. Reza M. Syarief: Sebuah Gagasan Maha Intelligence Model dan Maha Lingustic Program

by Redaksi
Maret 31, 2016
in Opini
Reading Time: 9min read
Sebuah Gagasan Maha Intelligence Model dan Maha Lingustic Program
0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,IndonesiaVisioner., Bermula dari kegelisahannya melihat para sarjana yang sulit mendapatkan pekerjaan. A. Reza M. Syarief yang kini menjadi Chairman Reza Leadership Center (RLC), ia terus  mencari tahu apa yang menjadi penyebab kenyataan miris tersebut. “Padahal intelektual para sarjana terbilang tinggi. Dari hasil pengamatannya saya ke sebagian besar kampus, mereka justru banyak menganggur setelah lulus. Saya lantas menyelidiki, hingga pada suatu kemungkinan, yaitu kurang,” kilah pria kelahiran Jakarta, 31 Maret 1969.

Seiring dengan berputarnya waktu, ia sering mengikuti pelatihan mengenai motivasi dan kepemimpinan, termasuk rajin membaca berbagai literatur mengenai bidang tersebut dan banyak berdiskusi, berbagai dengan para pakar motivasi. Hasilnya, memang mengagumkan. Ia meleset begitu cepat. Namanya menjadi populer, konsepnya mengenai motivasi dan kepemimpinan „ didengar‟ serta dijalankan oleh banyak orang, terutama oleh para profesional dan ekskutif. Bagaimana perjalanan karier dan hidupnya yang membawanya menjadi seperti sekarang? Ikuti kisah dibalik sukses motivator handal ini.

Berbagi Pelatihan Motivasi dan Kepemimpinan

Sebelum menjadi pakar motivator seperti sekarang, ia pernah menjadi profesional di salah satu perusahaan go public multi nasional sebagai National Sales Manager dengan prestasi pertumbuhan bisnin ( Business Growth )300 persen dalam satu tahun. Ia juga aktif menjadi inspirator dan HR-Marketing Consultant di berbagai perusahaan dan instansi seperti Adhi Karya, Agung Podomoro, Bank Indonesia, Bank Mandiri, BNI, Citibank, Jamsostek, Jasa Raharja, Allianz Insurance, ndonesia Power, Telkom, Telkomsel, Indosat, Mercure Convention Center Hotel, Garuda Indonesia, Hermina Hospital, Schering Indonesia, Unilever Indonesia, Total FinaElf, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan lain-lain Kendati demikian ia merasakan hasil yang diperolehnya belum maksimal dan belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Situasi kondisi tak begitu kondusif tersebut, ia hadapi dengan pikiran positif, dengan mengikuti berbagai pelatihan motivasi dan kepemimpinan. “Tujuannya untuk mendorong kinerja saya dalam menjalankan profesi,” jelas Reza bersemangat Lama kelamaan, Reza justeru tertarik dengan dunia pelatihan yang di ikutinya itu. Karena merasa penasaran, ia kemudian mangikuti kursus yang diperuntukkan bagi pelatihan motivasi dan kepemimpinan. Sejak itulah ia mulai menggeluti dunia barunya.

Menggeluti Dunia Motivasi

Selanjutnya, dengan idealismenya yang tinggi, ia menggeluti dunia motivasi. Ia pun masuk ke fakultas sebuah perguruan tinggi terkemuka di indonesia Di fakultas tersebut ia merupakan Leadership Development Program (LDP) yang pesertanya selalu meningkat. Berkat informasi yang tersiar dari mulut ke mulut, program yang di kembangkan Reza itu diketahui oleh IKIP, sehingga program serupa dilaksanakn di kampus yang sekarang bernama Universitas Negeri Jakarta, dengan peserta yang meningkat hingga 80 orang. “Tetapi, pada saat bersamaan saya masih meniti karier di sebuah perusahaan,” imbuhnya.

Meski pada akhirnya Reza memutuskan untuk keluar dari perusahaannya, karena merasa modal untuk menjadi motivator sudah ada.

“Dengan kompetensi, ilmu psikologi, pengalaman dan  reputasi selama berkarier di perusahaan itu, saya rasa sudah cukup, “ ungkapnya

“Sebelum saya memutuskan menjadi seorang motivator, ada kejadian yang tak terlupakan. Suatu ketika di bulan Ramadhan, saya mendapat bisikan batin„ Itulah jalan hidup kamu, menjadi seorang motivator‟. Nampaknya, saya dipercaya untuk memicu semangat orang lain. Pengalaman itu merupakan pencerahan buat saya,” tuturnya. Sebagai seorang muslim yang taat, setiap kali ia memberikan ceramah motivasi, ia senantiasa memasukan nilai-nilai keagamaan. Hal ini diyakini Reza sebagai kiat suksesnya menjadi seorang motivator.

“Tujuannya, untuk membuka pikiran,” cetusnya. Perpaduan konsepnya dengan unsur spritual atau nilai-nilai keagamaan inilah yang membuat metodenya lebih unggul. Selain itu ia memegang teguh prinsip „ Jangan Pernah Takut Salah Dalam Melakukan Sesuatu‟. Menurutnya, “Bukan suatu kesalahan besar, kalau salah mengerjakan pekerjaan yang besar, itu biasa. Tapi yang salah, kalau kita tidak berani mengerjakan pekerjaan yang besar.”

Page 1 of 4
12...4Next
Previous Post

Ada Politik dikasus hukum La Nyalla

Next Post

Hari ini KPK OTT 2 pejabat.

Related Posts

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026
Opini

Mengakhiri Demokrasi Biaya Tinggi:
Pilkada Langsung Itu Gagal: Kenapa Kita Masih Takut Balik ke DPRD?

Januari 5, 2026
Opini

The Enforcer: Mengapa Publik Semakin Menaruh Kepercayaan pada Langkah Taktis Dasco?

Januari 1, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved