oleh : Kartika Mayasari *
Komunisme akhir – akhir ini menjadi Pembicaraan yang paling hangat di lapisan masyarakat karena simbol – simbol Palu Arit sudah mulai kian nyata hadir dibeberapa titik masyarakat. Palu arit di Indonesia identik dengan Paham komunis yang dilambangkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Beredar kabar di media sosial bahwa PKI merayakan HUT yang ke-102, dengan cara Pembagian kaos dan sejumlah aksi sosialisasi lewat budaya seni untuk berlindung atas nama kebebasan berekspresi.
Komunis Gaya Baru hadir lewat dialog – dialog ilmiah untuk menjaring Para cendekiawan khususnya generasi muda. Generasi muda yang haus akan dialog – dialog ilmiah menjadi sasaran bagaimana komunisme dipahamkan dengan cara yang elegan. Seperti yang dilakukan dalam Asean Literary Festival yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki dua hari yg lalu berupa Pembagian buku drama ‘Nyanyi Sunyi Kembang – Kembang Genjer’. Tapi, sejarah tetap menyisakan luka disebagian Bangsa Indonesia terutama kalangan ulama’ dan santri. Teror yang akan terus diingat oleh generasi muda 1965 adalah Kanigoro Affair. Kanigoro Affair merupakan pelatihan yang diikuti oleh generasi muda ‘masyumi bercelana Pendek’ begitu mereka menyebutnya untuk Pelajar Islam Indoneisa (PII). Peristiwa kanigoro menyisakan luka Psikis mendalam bagi korban hingga sekarang karena teror sudah masuk wilayah SARA dan ideologi Bangsa.
Sekarang para generasi muda penerus perjuangan Bangsa seolah – olah lupa atas sejarah dan terpukau oleh ‘Pemikiran lama dengan gaya baru’. Marilah kita belajar dari pengalaman bangsa Indonesia yang tidak akan pernah lupa atas serentetan teror yang pernah dilakukan PKI bahwa Komunis menjadi bahaya laten yang sewaktu – waktu hadir disaat kondisi Bangsa Indonesia sedang lemah. Hal ini, Jika dicermati isu ini akan bergulir lebih jauh hingga pencabutan TAP MPRS No. XXV/1966 TENTANG PEMBUBARAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA. PERNYATAAN SEBAGAI ORGANISASI TERLARANG DISELURUH WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAGI PARTAI KOMUNIS INDONESIA DAN LARANGAN SETIAP KEGIATAN UNTUK MENYEBARKAN ATAU MENGEMBANGKAN FAHAM ATAU AJARAN KOMUNIS/MARXISME-LENINISME. Kepada seluruh elemen Bangsa ‘Mari Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Laten Komunis’. Tidak ada tempat untuk paham komunis di negara yang ber-Tuhan.
*) Penggiat Penyiapan Generasi Emas Indonesia 2045 &
Ketua Koordinator Pusat Korps PII Wati Periode 2012 – 2015

