Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Selamatkan Generasi Bangsa dari Bahaya Laten Komunis

by Aulia Rachman Siregar
Mei 10, 2016
in Opini
Reading Time: 2min read
Selamatkan Generasi Bangsa dari Bahaya Laten Komunis
0
SHARES
293
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

oleh : Kartika Mayasari *

Komunisme akhir – akhir ini menjadi Pembicaraan yang paling hangat di lapisan masyarakat karena simbol – simbol Palu Arit sudah mulai kian nyata hadir dibeberapa titik masyarakat. Palu arit di Indonesia identik dengan Paham komunis yang dilambangkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Beredar kabar di media sosial bahwa PKI merayakan HUT yang ke-102, dengan cara Pembagian kaos dan sejumlah aksi sosialisasi lewat budaya seni untuk berlindung atas nama kebebasan berekspresi.
Komunis Gaya Baru hadir lewat dialog – dialog ilmiah untuk menjaring Para cendekiawan khususnya generasi muda. Generasi muda yang haus akan dialog – dialog ilmiah menjadi sasaran bagaimana komunisme dipahamkan dengan cara yang elegan. Seperti yang dilakukan dalam Asean Literary Festival yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki dua hari yg lalu berupa Pembagian buku drama ‘Nyanyi Sunyi Kembang – Kembang Genjer’. Tapi, sejarah tetap menyisakan luka disebagian Bangsa Indonesia terutama kalangan ulama’ dan santri. Teror yang akan terus diingat oleh generasi muda 1965 adalah Kanigoro Affair. Kanigoro Affair merupakan pelatihan yang diikuti oleh generasi muda ‘masyumi bercelana Pendek’ begitu mereka menyebutnya untuk Pelajar Islam Indoneisa (PII). Peristiwa kanigoro menyisakan luka Psikis mendalam bagi korban hingga sekarang karena teror sudah masuk wilayah SARA dan ideologi Bangsa.
Sekarang para generasi muda penerus perjuangan Bangsa seolah – olah lupa atas sejarah dan terpukau oleh ‘Pemikiran lama dengan gaya baru’. Marilah kita belajar dari pengalaman bangsa Indonesia yang tidak akan pernah lupa atas serentetan teror yang pernah dilakukan PKI bahwa Komunis menjadi bahaya laten yang sewaktu – waktu hadir disaat kondisi Bangsa Indonesia sedang lemah. Hal ini, Jika dicermati isu ini akan bergulir lebih jauh hingga pencabutan TAP MPRS No. XXV/1966 TENTANG PEMBUBARAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA. PERNYATAAN SEBAGAI ORGANISASI TERLARANG DISELURUH WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAGI PARTAI KOMUNIS INDONESIA DAN LARANGAN SETIAP KEGIATAN UNTUK MENYEBARKAN ATAU MENGEMBANGKAN FAHAM ATAU AJARAN KOMUNIS/MARXISME-LENINISME. Kepada seluruh elemen Bangsa ‘Mari Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Laten Komunis’. Tidak ada tempat untuk paham komunis di negara yang ber-Tuhan.

 

*) Penggiat Penyiapan Generasi Emas Indonesia 2045 &

Ketua Koordinator Pusat Korps PII Wati Periode 2012 – 2015

 

 

Previous Post

Sekjen BM PAN, Saut Dimaafkan HMI dan Alumni, Proses Hukum Jalan Terus

Next Post

Ketua MPR: Fenomena anak muda belum paham simbol “palu arit”

Related Posts

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026
Opini

Mengakhiri Demokrasi Biaya Tinggi:
Pilkada Langsung Itu Gagal: Kenapa Kita Masih Takut Balik ke DPRD?

Januari 5, 2026
Opini

The Enforcer: Mengapa Publik Semakin Menaruh Kepercayaan pada Langkah Taktis Dasco?

Januari 1, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved