Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

PEMIMPIN TANPA MORALITAS PUBLIK

by Aulia Rachman Siregar
Maret 9, 2017
in Opini
Reading Time: 2min read
PEMIMPIN TANPA MORALITAS PUBLIK
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : MHR. Shikka Songge

Kondisi pertumbuhan generasi di negeri ini, terselimuti oleh kabut ketidakpastian menghadapi masa depan. Nampak semakin terasa dan terlihat kasat mata fenomena mengerihkan menghadang masa depan anak-anak negeri.

Narkoba, premanisme, kriminalisme, pergaulan bebas sampai pada kejahatan seksual, pembunuhan bukan hal tabu di kalangan anak remaja yang berusia sekoah. Sungguh miris kita terhadap kondisi muram dan muncul ketidakpercayaan terhadap nasib masa depan kebangsaan kita jika begini fenomena remaja di negeri ini.

Di sisi lain islam mengajarkan bahwa anak adalah hisan yang terindah, pewaris peradaban mulia. Karenanya setiap orang tua diperintahkan oleh al-Qur’an untuk mendidik anak-anak, agar kelak ia sanggup tegak menopang kemajuan bangsanya, dan menjadi pemimpin yang amanah ketika rakyat memberikan mandat untuk memimpin.

Tetapi ketika orang tua atau lembaga rumah tangga tidak mampu mendidik maka negara mengambil alih urusan pendidian setiap anak bangsa. Tapi sayang dan sangat disayangkan, bagaimana mungkin negera bisa melaksanakan fungsi pendidikan ketika pemerintah penyelenggara negara tidak bisa menjadi guru bagi publik?

Negara tidak cukup sekedar menyiapkan fasilitas, sarana dan prasarna bagi penyelenggaraan pendidikan, tapi negara harus menjadikan dirinya sebagai pusat pembelajaran bagi anak-anak negeri. Rasanya di negeri ini tidak ada lagi ruang untuk anak bangsa untuk belajar.

Sesungguhnya hakekat pendidikan dan pembelajaran bagi anak-anakĀ  bangsa dimaksudkan untuk menemukan kesejatian dan kebenaran kebangsaan itu sendiri. Adakah kesejatian dan kebenaran pada negara ketika para penguasa berwatak preman yang menyelenggarakan pemerintahan negeri ini. Saling bertikai, merebut dan mempertahankan kekuasaan denagn cara-cara yang tak berperadaban. Sehingga ketika kekuasaan dirahinya, merekapun tak tahu apa yang seharusnya dilakukan untuk mensejahterakan rakyat di negeri ini.

Bisa dibayangkan betapa kelalaian pemerintah meberikan tanggungjawab terbaik untuk rakyat. Mereka membiarkan siswa bertarung melawan maut. Realitas ini menandakan pemerintah tidak peduli dan negara tidak hadir di tengah pergumulan kemiskinan rakyat. Siswa berjalan gelantungan di jembatan darurat yang tak dipedulikan. Para siswa anak-anak masa depan ini mengabaikan keselamatan jiwa mereka sendiri demi merebut masa depan.

Ada apa di negeri ini ? Sepertinya negara diambang kehancuran. Bila kondisi carut marut yang demikian tidak dihentikan.

Apalagi pemimpin kita tak berkarakter, bertahan dengan pencitraan yang absurd membagi -bagi uang tanpa arah dan sasaran.
Para politisi berapologi dengan basa -basi yang urakan. Politisi, birokrasi, penegak hukum bertopeng konstitusi, merka mempertontonkan kelakuan buruknya di ruang publik.

Padahal sesungguhnya mereka para penguasa sedang pertontonkan kelakuan buruk, bertikai mempertahankan tahta milik rakyat. Sejatinya mereka melakukan perampokan uang rakyat dangan cara kekuasaan. Maka sesungguhnya mereka pemerintah berkarakter buruk, pembohong, preman, pengkhianat pada Proklamasi, Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.

*Penulis Adalah pemerhati masalah sosial, sering mengisi training di forum-forum perkaderan seluruh Indonesia*

Previous Post

Pernyataan Sikap Depidar dan Lembaga Konsentrasi Soksi Se-Indonesia

Next Post

Ade Komarudin kembali terdzolimi isu korupsi megaproyek ektp

Related Posts

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi
Opini

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi

April 26, 2026
BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Ketua Pemuda Muncar Bergerak Icha Soroti Korupsi BGN dan Pelemahan Rupiah

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

TERPOPULER

Ketua Pemuda Muncar Bergerak Icha Soroti Korupsi BGN dan Pelemahan Rupiah

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved