Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Islam Tidak Hanya Soal Halal-Haram

by Visioner Indonesia
Agustus 3, 2019
in Artikel
Reading Time: 3min read
Islam Tidak Hanya Soal Halal-Haram

Fajar Irawan

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sejak kemunculanya Islam  identik dengan agama yang revolusioner serta menolak segala bentuk penindasan. Sejarah mencatat sejak Muhammad SAW. hal paling mencolok dari islam selain tauhid ialah semangat yang revolusioner, bahkan hal itu dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Islam dan semangat revolusioner ialah dua hal yang bertautan erat. Kendati demikian semangat revolusioner dan penolakan terhadap segala bentuk penindasan mengalami kiranya sekarang kurang disuarakan dalam dakwah-dakwah yang dilakukan oleh sebagian agamawan, terutama yang sering berseliweran di layar kaca televisi nasional.

Gerakan revolusioner dalam tubuh islam diakui ataupun tidak telah mengalami degradasi, Sebagai contoh paling sederhana munculnya fenomena agamawan “halal-haram”. Sebagai agamawan sudah seharusnya mereka berperan sebagai awal atau sumber mata air revolusioner ditengah-tengah umat, namun fakta dilapangan bertolak belakang. Sebagai perbandingan sederhana kita ambil contoh di stasiun televisi nasional, nampak jelas bahwasanya sebagian besar agawaman yang mengisi  ceramah (atau dalam bahasa islaminya dakwah) di stasiun televisi berbicara hanya mengenai “halal-haram”, apakah itu salah? Tentu saja tidak (Jika saya mengatakan itu hal yang salah tentu saya sudah di cap kafir) namun terdapat some thing wrong akan hal itu. Jikalau kita tarik jauh kebelakang nampak jelas bahwa rosulullah SAW. diturunkan di Bumi yang katanya asri ini untuk membebaskan umat dari penindasan (eh jangan di cap komunis loh ya hehehe), lantas apakah agamawan yang penulis sebut sebagaimana diatas tidak tahu akan hal itu ?, Jelas tahu jawabanya. Kenapa mereka tidak menyampaikanya kepada umat? Yaa mungkin takut tidak dapat job dan kehilangan pemasukan (terserah deh kalo sampe disini penulis mau dicap menistakan agamawan wkwkwk).

Bahkan jika di cermati lebih dalam dan mau menggunakan “rasio nakal” penulis berkesimpulan fenomena agamawan halal-haram merupakan satu rentetan dari penggiringan opini umat guna meng-impotenkan semangat revolusioner islam dalam melawan penindasan dan kapitalisme (bahasanya udh kayak aktipis belum nih hehehe), yang jelas dalam terjadinya kondisi tersebut ada perselingkuhan antara elit penindas dan kapitalis dengan kaum agamawan (wiih ngueeeri). Namun disamping fenomena agamawan “halal-haram” ada juga sekelompok penindas yang memperalat agamawan untuk meredam upaya penolakan terhadap beberapa sumber kapital para penindas. Sebagai contoh penggunaan agamawan untuk meredam perlawanan terhadap adanya pertambangan ataupun hal yg lainya, dalam kasus ini nampak jelas bahwa agamawan yang seharusnya mengobarkan pesan revolusioner malah meng-impotenkan gerakan revolusioner menghunakan kitab suci. Ada satu contoh unik lagi berkenaan dengan agamawan “halal-haram” yaitu berkenaan dengan adanya lomba dakwah yang disiarkan langsung di stasiun tv nasional, (ngeri gak tuh dakwah dikapitalisasi bosku wkwkwk)

Jikalau memang hal-hal sebagaimana agamawan penulis sebut diatas masih berjalan dengan masif maka substansi dari ajaran islam akan semakin jauh dari umat kehidupan umat. Dalam tulisan singkat ini penulis bukan bermaksud mengatakan bahwa sudah tidak ada agamawan yang dalam dakwahnya menyisipkan pesan-pesan revolusioner ataupun semangat-semangat pembebasan tetapi sekedar ingin mengkritisi sikap agamawan yang Hanya membicarakan hal-haram. Agamawan yang revolusioner dan selalu menebarkan benih-benih pembebasan masih ada namun jarang di ekspos oleh media, dan kita perlu juga mengapresiasi akan ulama-ulama revolusioner dan selalu menebarkan pesan-pesan pembebasan. Kemungkinan besar rezim media sengaja untuk sama sekali tidak mengekspos ulama-ulama yang bersikap demikian. Jikalau memang sikap media yang demikian ini benar adanya maka sungguh dzolim mereka yang berbuat demikian.

Coba kita beranjak sejenak dari realita dan sedikit berimajinasi, jikalau corak dakwah tidak dipersempit pada hal “halal-haram” pastilah bibit-bibit revolusioner pada umat akan terus bermunculan dan sudah menjadi ke niscayaan pula umat islam menjadi agen penyedia  the next ernesto che guevara.

 

Penulisi adalah Fajar Irawan Kabid KPP HMI Cabang Malang Komisariat Hukum Universitas Muhammadiyah Malang

Sekjen LSO Fordima (Forum Dinamika Mahasiswa) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang

 

Previous Post

GLAM Desak ESDM Untuk Mencabut Ijin Usaha Pertambangan IUP PT. HARITA GROUP

Next Post

Hamzan Wadi: Pemuda Harus Optimis dalam Mengembangkan Desa yang Modern

Related Posts

BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Artikel

Operasi Besar Polri dan Ricuh Bandung: Mengantisipasi Bola Liar Gerakan Mahasiswa

September 2, 2025
Artikel

BPS jangan bahayakan Ekonomi dengan data yang Unreliable

Agustus 9, 2025
Artikel

KP3 POLRI Dorong Wakapolri Baru Penuhi Kriteria “MAMPU” untuk Transformasi Polri

Juni 16, 2025
AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan
Artikel

AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan

Juli 15, 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

TERPOPULER

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved