Visioner.id, Jawa Timur – Pada Hari Jum’at (06/03/2020), Pukul 20.00 WIB bertempat di rumah makan Kertanegara, Ketua Komisi B DPRD Malra Markus Teniwut yang ditemani 2 anggota DPRD lainnya Benediktus Renjaan dan Moh Nawawi Namsa bertemu dengan mahasiswa asal Evav yang sementara menempuh studi di Malang.
Tujuan pertemuan ini sangat sederhana, kita ingin memanfaatkan waktu kunjungan kerja ini semaksimal mungkin, mumpung ke Malang, salah satunya adalah meminta masukan dari adik-adik mahasiswa Kei tentang persoalan pendidikan yang ada di Maluku tenggara, mengingat komisi B ini membidangi salah satunya tentang pendidikan. Tandas Sang Ketua Komisi B yang lebih erat disapa Paman Macho oleh mahasiswa yang hadir.
Pertemuan tersebut kemudian berjalan dengan penuh nuanasa kekeluargaan karena ke tiga anggota dewan yang sering mengajak mahasiswa berdialog menggunakan bahasa Kei.
Ketua Umum Forum Intelektual Nuhu Evav (FINE) Malang Thobias Janwarin yang turut hadir dalam pertemuan tersebut bersama pengurusnya menyambut baik pertemuan kali ini, sepengetahuan saya ini baru pertama anggota DPRD MALRA yang melakukan perjalanan dinas ke malang berinisiatif untuk bertemu mahasiswa untuk meminta masukan tentang kemajuan daerah khususnya masalah pendidikan. Katanya.
Kedepan pertemuan semacam ini harus direncanakan dengan matang dan demi mendapatkan masukan yang lebih komprehensif dari kami, tapi sebagai awal sekali lagi kami mengapresiasi niat baik para anggota dewan yang sudah dengan tulus mau hadir dan meminta masukan kami. Tambahnya.
Ardy Wenehen, salah satu mahasiswa Kei yang hadir dalam pertemuan tersebut lalu dengan penuh semangat menyampaikan masukan tentang pentingnya bahasa Kei yang harus menjadi prioritas untuk dimasukan dalam kurikulum pendidikan di Maluku Tenggara. Ungkapnya.
Kemudian dilanjutkan dengan beberapa masukan lain yang langsung dengan tanggap dicatat oleh para anggota dewan tersebut untuk kemudian bisa ditindaklanjuti.
Diakhir pertemuan, para anggota dewan tersebut berpesan kepada mahasiswa Kei di Malang agar saling menjaga dan menyayangi hidup di tanah rantau, sudah tidak zaman lagi adu fisik, sekarang ini eranya kita adu ilmu agar itu menjadi bekal saat pulang ke daerah bisa digunakan untuk membangun daerah yang kita cintai ini. (Adt).



