Visioner.id, Jatim – Pada hari Rabu, 10 Juni 2020 PMM UMM Ajak produktif menyongsong new normal live, PMM UMM gelar pelatihan jahit menuju Sugihwaras Kampoeng konveksi.
PMM, kegiatan pengabdian masyarakat yang di fasilitasi kampus UMM, PMM Desa Sugihwaras melanjutkan estafet program kerja dari program sebelumnya, kali ini dengan melakukan pelatihan terhadap masyarakat Desa yang berbasis pemuda, pelatihan jahit yang di motori tiga mahasiswa UMM ini dinilai efektif menjadi kegiatan positif di tengah pandemi.
Bermula dari keinginan untuk memajukan ekonomi desa yang lebih mandiri, “kampoeng konveksi” begitu sebutan yang di formulasikan kelompok PMM desa Sugihwaras berhasil menggerakan kelompok pemuda desa untuk lebih kreatif yang kali ini berfokus pada kerajinan jahit.
Menggelar pertemuan untuk melakukan pelatihan berkelanjutan kali ini, Munif sebagai mentor memberikan edukasi teknis dari awal produksi dan sedikit menyinggung promosi dan pemasaran.
“Memang secara potensi desa ini memiliki SDM pemuda yang melimpah, dan beberap sudah bergerak di ekonomi kreatif, seperti youtuber, art design, dan sablon kaos, namun untuk bergerak maju dan berjalan jauh kita perlu berjalan bersama, makanya komunitas CM ipenting sebagai basis gerakan ekonomi kreatif, dan Kampoeng Konveksi sebagai salah satu jalanya, yang nanti tidak menutup kemungkinan jika dalam komunitas ada inovasi dan arah baru potensial untuk pengenmbangan ekonomi, namun yang pertama kita fokus untuk membuat kampung konveksi dulu“, ujar Munif.
Sesuai dengan apa yang disampaikan bapak Jufri DPL PMM Bhaktimu Negeri UMM adanya kegiatan ini pengabdian masyarakat adalah bertujuan memberi kebernanfataan salah satunya adalah pengembang ekonomi, maka kami PMM Bhaktimu Negeri UMM juga melaksanakan kegiatan pelatihan jahit di desa ini, semua akan kegiatan akan menggandeng pemuda karena persoalan urbanisasi untuk berkerja sebagai tenaga kasar dapat sedikit terjawab, sehingga insyallah kedepan pemuda desa tak lagi perlu ke kotabmetropolitan menjadi tenaga kasar. Terang Andhika.
“Besar harapan kami, untuk kegiatan yang bermula dari PMM ini mampu menjadi lokomotor gerakan positif ekonomi kreatif lainnya yang berbasis di desa, sehingga desa lebih kuat untuk mandiri menghadapi perkembangan zaman yang dinamis“. Tutup Fakhrurijal. (Adt).



