Jakarta, — Pasca upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Badan Relawan Prabowo (BRP), Jakarta, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara potong tumpeng dan doa bersama yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Suasana khidmat upacara perlahan berubah menjadi hangat dan penuh kebersamaan.
Acara potong tumpeng dipimpin langsung oleh Ketua Umum BRP Laksda TNI (Purn) Dr. Ir. Eko Djalmo Asmadi didampingi para pengurus inti BRP. Tumpeng berukuran sederhana dengan lauk pauk khas Nusantara itu disiapkan sebagai simbol syukur atas kemerdekaan yang telah diraih selama 81 tahun.
Dalam sambutan singkat sebelum pemotongan tumpeng, Eko Djalmo menyampaikan bahwa tradisi potong tumpeng merupakan kearifan lokal yang sarat makna. “Tumpeng melambangkan gunung sebagai simbol kebersamaan dan harapan agar kehidupan bangsa ini terus menjulang tinggi serta diberkahi,” ujarnya di hadapan para peserta yang masih memenuhi halaman Gedung BRP.
Pemotongan tumpeng dilakukan secara simbolis oleh inspektur upacara. Bagian puncak tumpeng kemudian diberikan secara simbolis oleh Eko Djalmo kepada Ibu Nyimas Choiriyah Halim Ketua BRP Sumatera Selatan, yang hadir dalam acara tersebut. Pemberian puncak tumpeng kepada Nyimas Choiriyah Halim dimaknai sebagai penghormatan kepada peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.

Setelah prosesi potong tumpeng, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, para pahlawan yang telah gugur, serta harapan agar Indonesia ke depan semakin maju dan sejahtera.
Rangkaian doa bersama berlangsung khusyuk dengan seluruh peserta menundukkan kepala. Mereka memanjatkan harapan agar semangat kemerdekaan tidak luntur dan persatuan bangsa tetap terjaga di tengah berbagai tantangan zaman.
Usai doa bersama, tumpeng dan lauk pauk yang telah dipotong kemudian dibagikan kepada seluruh peserta upacara. Makan bersama dalam suasana kebersamaan ini menjadi penutup yang hangat dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan di Gedung BRP.
Kegiatan potong tumpeng dan doa bersama ini menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya seremonial belaka, tetapi juga diisi dengan nilai-nilai budaya dan spiritual yang memperkuat rasa kebangsaan.
BRP secara rutin menggelar kegiatan sosial dan kebersamaan seperti ini dalam setiap peringatan hari besar nasional. Tradisi potong tumpeng pasca upacara pun telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh pengurus dan masyarakat sekitar.






