Purbaya Mancing Sambil Merenung: “Kenapa Saya Dipecat?”

Jakarta, 16 September 2026 – Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara setelah dicopot dari jabatannya dalam reshuffle kabinet keenam, Senin (14/9/2026) lalu. Alih-alih memberikan pernyataan panjang, Purbaya memilih menghabiskan waktu dengan memancing sambil merenung.

Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, Purbaya terlihat duduk di tepi kolam pemancingan dengan pancing di tangan. “Lagi mancing aja. Sambil merenung,” tulisnya singkat, Selasa (15/9/2026) malam.

Unggahan itu langsung menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian menyebut Purbaya sedang menenangkan diri setelah tekanan politik yang dialaminya. Sebagian lagi menilai bahwa mantan pembantu Presiden Prabowo itu tengah mencari kedamaian setelah setahun lebih memimpin Kementerian Keuangan.

Dipecat di Tengah Rapat

Purbaya dicopot dari jabatan Menkeu pada Senin (14/9/2026) sore. Ia baru mengetahui penggantian tersebut saat sedang menghadiri rapat kerja gabungan Komite IV DPD RI. Purbaya menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang memintanya segera menghadap ke Istana, lalu meninggalkan ruang rapat sekitar pukul 14.30 WIB.

Sore harinya, Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara. Pelantikan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026.

Alasan yang Tak Pernah Dijelaskan

Hingga kini, tidak ada penjelasan resmi dari Istana tentang alasan spesifik pencopotan Purbaya. Mensesneg hanya menyebut itu hak prerogatif Presiden. Purbaya sendiri tidak banyak berkomentar setelah kejadian tersebut.

Sejumlah analisis menyebut pencopotan Purbaya dipicu oleh beberapa faktor: polemik setoran dividen Danantara Rp120 triliun yang tak terealisasi, ketegangan dengan pemerintah daerah terkait Transfer ke Daerah (TKD), gaya komunikasi yang dianggap bombastis, serta desakan publik dari Ketua APKASI yang secara terbuka meminta Presiden mengganti Menkeu.

“Yang jelas, keputusan sudah diambil. Saya menghormati itu,” ujar Purbaya singkat saat dikonfirmasi beberapa saat setelah pelantikan Suahasil.

Warisan yang Ditinggalkan

Selama memimpin Kementerian Keuangan, Purbaya meninggalkan sejumlah catatan. Defisit APBN hingga Agustus 2026 tercatat 0,9 persen terhadap PDB. Penerimaan pajak tumbuh 23,7 persen. Peringkat utang Indonesia dipertahankan BBB dengan outlook stabil oleh S&P.

Namun, kritik terhadap gaya komunikasinya tetap mengemuka. Banyak pihak menilai Purbaya terlalu sering menyampaikan pernyataan optimistis tanpa diimbangi realisasi yang nyata.

“Di dunia politik, hasil saja tidak cukup. Cara menyampaikan dan membangun komunikasi juga menentukan,” ujar seorang pengamat ekonomi di Jakarta.

Sementara itu, Suahasil Nazara yang menggantikan Purbaya menegaskan bahwa ini bukan perubahan, melainkan kelanjutan kebijakan. Ia memastikan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah batas 3 persen.

Purbaya memilih tidak ambil pusing. Sambil memegang pancing, ia hanya berharap yang terbaik untuk pemerintahan ke depan. “Biar waktu yang menjawab,” tulisnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru