Jakarta – Jajaran Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan melakukan aksi nyata pada Jumat (13/3) kemarin dengan menertibkan sejumlah toko kosmetik yang menyalahgunakan izin untuk menjual obat keras golongan G. Operasi yang humanis namun tegas ini menyasar titik-titik di Jagakarsa hingga Kebayoran Lama, demi memastikan wilayah Jakarta Selatan tetap kondusif dan aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Ribuan butir obat jenis Tramadol dan Hexymer berhasil diamankan petugas agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Langkah strategis di bawah kepemimpinan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan (Kombes Putu) ini langsung disambut hangat oleh warga. Masyarakat menilai kehadiran polisi di lapangan memberikan rasa tenang, terutama dalam memutus potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran remaja yang kerap dipicu oleh penyalahgunaan obat-obatan tersebut.
Romadhon Jasn, Aktivis Nusantara, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi jajaran kepolisian di lapangan. “Kami melihat ini sebagai komitmen luar biasa dari jajaran Polres Jaksel pada Jumat kemarin yang menjawab keresahan ibu-ibu dan tokoh masyarakat. Polisi sedang menunjukkan dedikasi terbaiknya dengan memastikan wilayah Jakarta Selatan bersih dari peredaran obat ilegal, sebuah tugas mulia yang harus kita kawal bersama demi masa depan generasi muda kita,” ujar Romadhon kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Di lokasi penertiban, suasana sempat tegang namun tetap terkendali saat petugas menggeledah gudang penyimpanan rahasia di bagian belakang toko. Para pelaku yang menjaga toko tak berkutik saat polisi menemukan ribuan butir pil kuning dan putih yang dikemas dalam plastik klip siap edar. Penangkapan ini menjadi sinyal kuat bahwa kepolisian tidak memberikan ruang bagi perusak generasi muda di wilayah hukum Jakarta Selatan.
Kegembiraan warga terlihat jelas saat iring-iringan mobil polisi membawa para tersangka dan barang bukti menuju Mapolres Jakarta Selatan. Salah satu warga, Ahmad (40), menyebut bahwa warga Jakarta Selatan sangat berterima kasih kepada Kombes Putu atas tindakan responsifnya dalam menjaga kamtibmas. “Kami sangat senang dan memberikan apresiasi tinggi kepada Bapak Kapolres, akhirnya polisi turun tangan dan menutup tempat-tempat meresahkan ini. Kami sangat mendukung jika pengedar besarnya pun ikut diusut tuntas,” katanya.
Menanggapi fenomena ini, Jaringan Aktivis Nusantara menekankan pentingnya pengembangan kasus hingga ke level distributor utama secara profesional. “Menangkap penjual di toko itu langkah awal yang sangat baik. Kita semua punya kewajiban moral dan hukum untuk mendukung polisi melacak dari mana pasokan ribuan butir obat ini berasal. Kami yakin kepolisian akan terus bergerak maju untuk menjangkau para pengedar besar yang menjadi sumber masalah ini,” tegas Romadhon.
Pihak Polres Metro Jakarta Selatan sendiri menyatakan akan terus mendalami keterangan dari para penjual yang telah diamankan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Penyelidikan kini diarahkan pada pola distribusi yang digunakan para pelaku, termasuk dugaan adanya jaringan yang menjadi pemasok utama di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Polisi berjanji akan terus melakukan pengembangan guna memutus rantai peredaran obat-obatan berbahaya ini secara permanen.
Operasi ini diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperketat pengawasan terhadap toko-toko yang menyalahgunakan izin usaha. Dukungan publik yang masif menjadi modal utama bagi aparat untuk bertindak lebih berani dan terukur dalam memberantas sindikat obat ilegal. Tanpa adanya tindakan yang berkelanjutan dan dukungan warga, dikhawatirkan praktik serupa akan kembali muncul dengan modus yang berbeda.
Romadhon berharap bisa memutus mata rantai distribusi besar. “Masyarakat sudah sangat tenang dengan aksi Jumat kemarin, dan kami akan terus berdiri bersama kepolisian untuk mengawal tugas mulia ini. Harapan kita bersama adalah melihat para bandar besar juga dimintai pertanggungjawabannya agar Jakarta Selatan benar-benar bersih dan barokah,” pungkasnya.






