Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Sekjen PDIP: Kesalahan Jokowi, Momentum Meluruskan Sejarah Kelahiran Bung Karno

by Redaksi
Juni 8, 2015
in HUKUM
Reading Time: 2min read
Hasto Kristiyanto-Sejarah Kelahiran Bung Karno
0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini, dimedia dan masyarakat terjadi kehebohan terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang salah menyebutkan tempat lahir proklamator kemerdekaan Ir. Sukarno. Saat memperingati hari kesaktian Pancasil 1 Juni kemarin, Jokowi menyebut kelahiran Bung Karno di Blitar, padahal Bung Karno lahir di Surabaya.

Polemik yang muncul terkait dengan tempat kelahiran Bung Karno dapat dimaknai sebagai “kehausan” rakyat atas kebenaran sejarah, khususnya yang berkaitan dengan Bapak Bangsanya, Soekarno. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, mengatakan, “Terbukti bahwa ide, cita-cita, gagasan dan perjuangan Bung Karno selalu hidup dan tidak bisa ditenggelamkan oleh berbagai proyek 32 tahun desoekarnoisasi,”

Lebih lanjut Ia menuturkan, “Bung Karno tidak hanya dicintai rakyat dan masuk dalam sanubari rakyat Indonesia. Bung Karno ada di setiap jejak sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. Dedikasi hidupnya benar-benar dipersembahkan untuk bangsa dan negara,”

Hal ini berbeda dengan realitas akhir-akhir ini, dimana kekuasaan lebih sering dijadikan alat mobilisasi kekayaan daripada membangun peradaban politik antipenjajahan dan penghisapan. Menurut Hasto, sejarah akhirnya membuktikan kebesaran Soekarno dan terbukti bahwa ideologi yang digali dari bumi Indonesia tidak pernah mati.

“Sebagai contoh adalah sila kelima Pancasila. Itu merupakan sila yang sangat progresif dengan cita-cita keadilan sosial. Keadilan dalam ranah politik, ekonomi, dan kebudayaan. Keadilan sosial yang membuat negara harus berpihak pada kaum miskin, dan membebaskan kemiskinan sistemik yang kembali menjelma sebagai penjajahan baru di bidang ekonomi,” ujar Sekjen PDIP ini, di Jakarta, Minggu (7/6).

Dengan menempatkan sejarah pada kebenarannya, dengan seluruh cita-cita politik pembebasan atas dasar nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial untuk kesejahteran rakyat. “Maka berbagai polemik yang kurang produktif tersebut harus diubah menjadi positif, yakni prakarsa aktif pemerintah untuk meluruskan sejarah bangsanya,” imbau Hasto.

Hasto menilai, Indonesia tidak akan bangkit menjadi bangsa besar tanpa berdamai dengan masa lalunya. “Inilah momentum untuk mengobarkan kembali martabat dan kehormatan bangsa dengan kembali pada ide, pemikiran, gagasan, dan perjuangan Bung Karno,” Imbuhnya.

Baca: Ucap Bung Karno Lahir di Blitar, Jokowi Dirisak, Penulis Teks Pidato Membela

Tags: Hari Kesaktian PancasilaHasto KristiyantojokowiKelahiran Bung KarnoPDIP
Previous Post

Betti Shadiq: Sosialisasi Empat Pilar Bangsa Sarana Berdiskusi Dengan Masyarakat

Next Post

Kinerja Kabinet Jokowi Buruk, Golkar Minta Ada Perbaikan Hingga Akhir Tahun

Related Posts

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi
HUKUM

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Mei 26, 2026
RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara
HUKUM

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Mei 21, 2026
Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit
HUKUM

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

April 27, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan
HUKUM

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

April 24, 2026
Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif
HUKUM

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

April 24, 2026

TERKINI

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

TERPOPULER

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved