Presiden Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Joseph “Sepp” Blatter ada kemungkinan batal mundur dari posisinya saat ini. Sepp Blatter yang sebelumnya menyatakan siap untuk mundur dari posisi yang dijabatnya selama 17 tahun, dikabarkan telah mengubah sikap dan tidak tertutup kemungkinan akan bertahan di posisinya tersebut.
Berita mengejutkan ini datang dari surat kabar Swiss, Schweiz am Sonntag. Surat kabar tersebut mengutip sumber anonim yang dekat dengan Blatter, yang menyebutkan bahwa perubahan sikap pria 79 tahun asal Swiss ini terjadi karena ia mendapat dukungan dari asosiasi sepak bola di Asia dan Afrika. Menurut sumber itu, dukungan tersebut membuat Blatter tersanjung dan menyatakan tak menutup kemungkinan akan bertahan di posisinya.
Hal ini dipertegas oleh penyataan penasehat pribadi Blatter, Klaus J Stohlker. “Sulit untuk menemukan seseorang yang setara dirinya. Blatter telah membangun organisasi menjadi perusahaan yang sangat sukses dan global, dan dia adalah seorang diplomat papan atas. Blatter punya peluang yang masuk akal. Sekarang tergantung bagaimana sikapnya dalam beberapa bulan ke depan,” ungkap Stohlker.
Berita perubahan sikap Blatter ini sontak menjadi perhatian banyak pihak. Sebelumnya, pada 2 Juni lalu, Blatter yang baru empat hari terpilih lagi sebagai Presiden FIFA untuk periode kelima, menyatakan mundur dan siap menyerahkan mandatnya kepada Kongres yang diharapkan digelar tahun ini juga. FIFA menyatakan berencana berencana menggelar kongres luar biasa di Zurich, Swiss antara Desember dan Februari mendatang.
Pengunduran diri Blatter tersebut sempat disambut dengan sukacita oleh banyak pihak, yang menilai FIFA perlu direformasi karena selama kepemimpinan Blatter, FIFA kerap diwarnai isu tak sedap soal korupsi dan suap. Bahkan, dua hari sebelum pemilihan presiden FIFA pada Mei lalu, terjadi penangkapan tujuh pengurus organisasi tersebut oleh aparat Swiss atas permintaan Amerika Serikat, terkait dengan pengusutan kasus pencucian uang, penyuapan, pemalsuan, dan penggelapan.
FIFA sendiri menolak berkomentar soal berita batalnya pengunduran diri Blatter yang dilansir oleh koran Swiss tersebut. Seorang juru bicara hanya menegaskan kembali isi pidato pengunduran diri Blatter pada 2 Juni lalu. “Selain ini, kami tak punya komentar lebih lanjut.” (Syaifulloh Amir / DZ).


