Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Walhi : Terumbu karang rusak parah

by Aulia Rachman Siregar
Maret 17, 2016
in Daerah, Peristiwa
Reading Time: 2min read
Walhi : Terumbu karang rusak parah
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner- Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Nusa Tenggara Barat Muhammad Murdani mengatakan 55 persen terumbu karang di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, sekarang dalam kondisi rusak parah.

“Bahkan, data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat tingkat kerusakan terumbu karang di Gili Trawangan mencapai 70 persen,” kata Muhammad Murdani di Mataram, Kamis (17/3).

Dikatakan, kerusakan terumbu karang di kawasan wisata itu diakibatkan keberadaan kapal cepat dari Bali yang sering melepas jangkar di sembarang tempat di Gili Trawangan.

“Coba bayangkan ada 24 kapal cepat yangdirect dari Bali menuju Gili Trawangan. Mereka membawa penumpang sekitar 100-200 orang. Kemudian mereka melepas jangkar tanpa terkontrol, sehingga berakibat ekosistem laut menjadi rusak, terutama terumbu karang,” jelasnya.

Selain Gili Trawangan, beberapa gili di dekatnya seperti Meno dan Air juga mengalami kondisi yang sama. Bahkan, kondisi ini juga terjadi di perairan Gili Nanggu yang berada di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.

“Kondisi terumbu karang di Gili Nanggu Lombok Barat itu juga karena pengaruh bahan berbahaya merkuri sisa hasil penambangan rakyat yang ada di wilayah Sekotong,” katanya.

Parah

Menurut dia, rusaknya terumbu karang di Gili Trawangan maupun Gili Nanggu harus segera diatasi pemerintah daerah, jika tidak ingin kondisinya semakin parah.

“Harus ada tindakan tegas dari pemerintah, seperti wacana ingin melakukan penertiban terhadap keberadaan kapal cepat yang masuk ke Gili Trawangan. Jangan sampai kita ini garang di atas kertas dan berwacana tetapi tidak ada tindakan,” tegas Murdani.

Dia mendorong pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk tidak lagi memberi izin kepada kapal cepat berlabuh di perairan Gili Trawangan, melainkan di Pelabuhan Bangsal di Kabupaten Lombok Utara.

Hal ini untuk mencegah kerusakan terumbu karang di perairan tiga gili (Trawangan, Air dan Meno), sehingga kalau kapal cepat dari Bangsal, para penumpang menaiki perahu kecil untuk menuju Gili Trawangan.

Masyarakat sekitar juga merasakan manfaatnya. Karena kalau masih seperti ini maka terumbu karang di kawasan Gili akan semakin rusak.

“Harus ada ketegasan dari pemerintah untuk menindak ini. Negara atau pemerintah tidak boleh kalah dari pengusaha,” ujarnya.

Source : Antara

Previous Post

POLITIK HUKUM BERBASIS KEARIFAN LOKAL (LOCAL WISDOM

Next Post

DPR Setuju RUU Terorisme.

Related Posts

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu
Daerah

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Juni 1, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas
Daerah

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

Mei 25, 2026
Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus
Daerah

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

April 26, 2026
Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono
Daerah

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

April 15, 2026
Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau
Daerah

Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved