Cuaca politik yang tidak menentu pasca pilplres 2014 yang lalu memberi dampak suhu politik yang menarik. Sudah mulai terlihat jelas karakter partai politik yang sudah menunjukkan perilaku yang dapat dinilai oleh masyarakat. Karakter partai politik tersebut dapat dilihat dari langkah dan keputusan apa yang diambil oleh partai. Banyak benalu-benalu politik yang muncul pada beberapa partai politik. Dengan alibi menyelamatkan partai para partai politik banyak yang menjadi kutu loncat agar kader partai mereka mampu ikut dalam mengelolah pemerintahan.
Karakter partai yang hanya memikirkan kepentingan partainya tersebut malah membuat ketidak seimbangan suhu politik dan menghambat kemajuan bangsa ini. Karena dengan beralihnya dukungan yang dilakukan oleh partai politik yang menyebrang haluan maka pengawasan untuk kebijakan pemerintah tidak akan berjalan dengan baik. Itulah mengapa etika politik dan keteguhan pilihan partai politik perlu dijaga dengan baik.
Politik Jokowi
Kali ini desas-desus reshuffle para mentri sudah mulai dihembuskan. Banyak sekali muncul karakter politik kutu loncat yang ditunjukkan oleh sebagian partai politik. Dengan harapan agar partainya dapat mewarnai jalannya pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Dan perlu di ingat bahwa Presiden Jokowi bukan orang bodoh yang mampu ditipu oleh beberapa partai politik yang memiliki karakter kutu loncat tersebut. Saya rasa reshuffle tidak akan dilakukan oleh Presiden, mengapa? Karena Presiden memiliki indra politik yang sangat tajam. Dan mentri yang telah dipilih oleh Presiden sudah dipertimbangkan sangat matang. Sehingga tidak akan mungkin reshuffle itu dilakukan oleh Presiden. Selain malah membikin rancu jalanya pemerintahan akibat adanya adaptasi ulang ketika di isi orang baru,saya meyakini Presiden juga beranggapan bahwa waktu kinerja para mentri sebelumnya akan sia-sia ketika reshuffle itu dilakukan.
Presiden memiliki wewenang penuh untuk mereshuffle para mentri-mentrinya,tapi perlu di ingat pula bahwa presiden juga memiliki hak penuh untuk tidak menggati para mentri-mentrinya.
Ketika Presiden Jokowi melakukan reshuffle maka negara akan mengalami kerugian waktu dan biaya yang sangat besar. Dan Presiden Jokowi tak mungkin berani untuk mereshuffle mentrinya,karena Presiden Jokowi tidak akan mau menjadi penyebab dari kerugian Negara yang dibuang sia-sia seperti Hambalang.
*Firman Dwi Kriatmojo
(Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Malang)


