Jakarta, IndonesiaVisioner-. Jumat 11 Maret 2016, Majelis Tahkim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan untuk Menerima rekomendasi BPDO (Badan Penegak Disiplin Organisasi), untuk memberhentikan Fahri Hamzah dari semua jenjang kenggotaan PKS. Dengan sejumalah alasan pelanggaran aturan dan disiplin organisasi PKS, hal ini dinilai terkesan mengenyampingkan pertimbangan-pertimbangan akar rumput dan cacat secara organisatoris.
Pernyataan ini datang dari Adi Baiquni, salah satu tokoh muda NTB yang saat ini menjadi Direktur Central for Empowermant of Democratic Society (CEDES) Indonesia.
“Saya sangat menyayangkan langkah partai yang memecat Fahri Hamzah tanpa alasan yang jelas. Harusnya PKS jalankan mekanisme partai dengan tahapan yang ditentukan oleh aturan-aturan organisasi partai” Keluh Adi di Menteng, Jakarta pusat (6/04/2016)
Adi menegaskan, Tidak semua masalah disikapi dengan aksi pemecatan, apalagi Fahri Hamzah adalah kader PKS sejati yang telah mengikuti semua jenjang kaderisasi partai. Secara politik pun, FH merupakan tokoh muda yang disegani karena kapasitas dan kemampuannya diparlemen maupun diluar parlemen.
“Padahal kalau FH disegani otomatis PKS juga disegani, sebab beliau sangat melekat dengan PKS, ini tiba-tiba saja dipecat dengan alasan yang tidak jelas” sambung Adi
Sebagai putra daerah asal NTB, saya sangat mendukung langkah-langkah strategis FH untuk melawan kebijakan partai tersebut, saya juga cukup menyayangkan pernyataan DPD NTB yang menerima begitu saja keputusan DPP. Pertanyaanya, apakah itu sudah kemauan represesnatif dari konsituennya FH?. Kesal Adi
Foto: Adi Baiquni
“saya mencurigai pemecatan FH adalah masalah yang tidak berdiri sendiri, alias ada faktor-faktor lain yang membuat beliau ditendang”. Tandas Adi.
Kita lihat saja nanti, sejarah akan membuktikan siapa yang patut disalahkan dalam keputusan ini. Kami dari pemuda NTB akan selalu siap menemani FH untuk melawan keputusan DPP PKS yang terkesan menjholimi ini. Tutup Adi (MR. Vis)






