Jakarta, IndonesiaVisioner- Catatan kelima tentang Program pembangunan sistem IT BPJS TK era EGM (dirut lama) telan dana Rp 289M, dengan pembayan lisensi per tahun rp 80 M kepada pihak ke tiga yang melakukan kerjasama kontrak dengan BPJS TK.
Ini merupakan angka yang fantastis untuk sebuah sistem IT BPJS TK yang hasilnya tidak lebih baik dari sistem IT lamanya. Sistem IT BPjS TK yang ada saat ini tidak lah sesuai dengan biaya yang digunakan. Untuk input satu orang peserta saja butuh waktu beberapa menit alias lemot. Apalagi untuk memback up target peningkatan kepesertaan bpjs TK hingga jutaan orang pekerja.
AS tersandera sistem IT BPJS TK era EGM. Sebab harus membayar kontrak tahunannya. 2 bulan kepemimpinannya, AS tidak mempunyai terobosan untuk merevisi dan merevitalisasi sistem IT BPJS. RKAT 2016 ini saja, hingga saat ini belum terdistribusi hingga ke kanwil dan Kacab BPJS TK. Jika situasi demikian tidak dibenahi segera maka dipastikan tidak akan mampu menyesuaikan dengan target dan pelayanan kepesertaan yang diharapkan.
Hery Susanto, MSi Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS (Kornas MP BPJS).


