Jakarta, IndonesiaVisioner-. Setelah Tujuh hari berkabung atas meninggalnya Didin Sumaryanto dalam kegiatan Tabligh Akbar “Dari Jogja Kita Melawan”, kali ini PPP kembali melakukan perlawanan dengan menduduki kantor Kemenkumham pada Senin (25/4/2016).
Sudarto MS Korlap “PPP Menggugat” mengemukakan, demonstrasi kali ini bertujuan untuk membuka bobroknya kebijakan Yasonna Laoly yang menyebabkan PPP sebagai salah satu pilar demokrasi Indonesia berada dalam konflik berkepanjangan bahkan memakan korban jiwa.
Ketidak taatatan Menkumham pada putusan MA telah menjadi preseden buruk bagi negara Indonesia yang secara konstitusi adalah negara yang berdasarkan hukum.
“Negara ini berada di tepi jurang kehancuran ketika perilaku Menkumham ini dicontoh oleh penjahat yang telah diputus oleh hakim,” kata Ketua Umum AMK ini/dengan berapi-api.
Yassona Laoly juga dinilai gagal membenahi Lapas sehingga justru menjadi pusat perdagangan narkoba. Lapas mulai bergeser dari tempat pembinaan tahanan menjadi tempat penyiksaan yang membawa korban jiwa.
“Ketidakmampuan Menkumham dalam mengontrol peredaran narkoba di Lapas menyebabkan generasi muda bangsa terancam masa depannya,” sambungnya
Menkumham telah menjadi beban kinerja dan upaya pencapaian Nawacita Presiden Jokowi. Percepatan kerja Jokowi terhambat oleh situasi politik yang tidak stabil dan ancaman narkoba yang merajalela di kalangan generasi muda.
“Untuk itu, kami menuntut agar Presiden Jokowi segera mencopot Laoly dan mengganti figur yang taat hukum dan mumpuni. Dengan demikian, bangsa ini akan mengenang Presiden Jokowi sebagai Rezim yang taat hukum dan penyelamat bangsa ini”, tutupnya (MR Vis)






