Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pandangan buruh tentang Tax Amnesty

by Aulia Rachman Siregar
Mei 2, 2016
in Politik
Reading Time: 2min read
Pandangan buruh tentang Tax Amnesty
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner- Gerakan buruh di Indonesia menentang mekanisme Pengampunan Pajak karena dianggap tak memberikan perlindungan dan keadilan terhadap pekerja yang selama ini taat memenuhi kewajiban pajaknya.

Kemarin, ribuan buruh berkumpul di Jakarta untuk melakukan aksi unjuk rasa guna memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei. Sejumlah kelompok buruh itu adalah Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin (FSP-LEM), Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) dan Gerakan Serikat Buruh Mandiri (GSBM).

Selain persoalan penolakan terhadap upah murah dan pekerja kontrak, kelompok buruh juga menyikapi rencana pemerintah atas program Pengampunan Pajak. Menurut mereka, hal itu merupakan bentuk ketidakadilan baru bagi pekerja.

Warnadi Rakasiwi, Sekretaris FSP-LEM, mengatakan selama ini para buruh menaati kewajibannya dalam pembayaran pajak, namun justru tak dilakukan oleh pihak pemilik modal. Hal itu, sambungnya, menimbulkan ketidakadilan.

“Hal itu tidak adil, karena selama ini kami buruh dan masyarakat kecil diperah,” kata Warnadi di sela-sela unjuk rasa ribuan buruh di depan Istana Merdeka, kawasan Medan Merdeka Barat, Minggu (1/5).

Dia menilai perusahaan skala besar justru yang membuat perekonomian di Tanah Air menjadi tak berjalan baik karena ditunggaknya pajak. Oleh karena itu, papar Wanardi, Pengampunan Pajak justru memberikan ketidakadilan bagi pekerja.

Marsono, Sekretaris GSBM, mengatakan Pengampunan Pajak akan membuat kelompok buruh menjadi lebih tertindas dibandingkan dengan saat ini. Dia menegaskan GSBM akan melakukan konsolidasi dengan gerakan buruh lainnya untuk menolak kebijakan tersebut.

Dia menegaskan program Pengampunan Pajak, merupakan bagian dari kapitalisme yang memihak kepada korporasi. Menurut Warsono, jarang sekali pemerintah memprioritaskan kaum buruh.

“Dengan adanya kebijakan itu, secara tidak langsung pemerintah sudah menomorduakan kaum buruh, padahal buruh adalah aset penting,” kata Marsono dalam aksi unjuk rasa di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, kemarin.

Pemerintah berencana menerapkan Pengampunan Pajak untuk membawa kembali aset warga negara Indonesia yang berada di luar negeri yang mencapai lebih dari Rp5.000 triliun. Rencananya, uang itu akan dipakai untuk pembiayaan pembangunan di Tanah Air. (Jasn/Vis)

Previous Post

Sang Ratu Suap Infrastruktur DWP giring elit PDIP

Next Post

Desa Inovasi Nelayan riwayatmu kini

Related Posts

HUKUM

PPMJ Desak Klarifikasi Terbuka Ketua Umum DPP Hanura atas Dugaan Fasilitas Jet Pribadi kepada Menteri Agama

Februari 24, 2026
Luar Negeri

Pujian Trump dan Ujian Prabowo: Ketika Dunia Mulai Mendengar Indonesia

Oktober 26, 2025
Politik

Jakarta di Ambang Pilihan: Simbol, Tarif, dan Transparansi yang Masih Menggantung

September 6, 2025
Politik

Primus Yustisio Tegaskan Komitmen Jaga NKRI di Desa Sibanteng

Mei 16, 2025
Politik

Pasha Ungu Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Duri Kosambi, Jakarta Barat

April 29, 2025
SEHATI Indonesia Kembali Menggelar Bakti Sosial Disambut Antusias Masyarakat
Daerah

SEHATI Indonesia Kembali Menggelar Bakti Sosial Disambut Antusias Masyarakat

Juni 15, 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved