Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Susi : Pengembang harus urus ijin baru reklamasi Jakarta

by Aulia Rachman Siregar
Mei 4, 2016
in HUKUM
Reading Time: 2min read
Susi : Pengembang harus urus ijin baru reklamasi Jakarta
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner- Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti menyatakan PT Kapuk Naga Indah harus mengurus ulang perizinan pembangunan pulau karena adanya sejumlah temuan baru yang tidak ideal karena belum ada kanal pemisah Pulau C dan D.

“Jadi, sebetulnya kalau Pulau C dan D ini tidak terpisah, bapak harus mengurus izin dari awal lagi. Harus dikembalikan karena kalau tidak ini luasnya di atas 500 hektar. Kalau di atas 500 hektar maka izin dan amdalnya dari pemerintah pusat,” tegas Susi kepada Direktur III PT Kapuk Naga Indah, Nono Sampono di kawasan Pulau D, Rabu (4/5/2016).

Susi menegaskan masih banyak pertanyaan yang muncul soal pembangunan pulau reklamasi. Menurut Susi permasalahan muncul dengan gambar peta pulau yang berubah dalam rancangan peraturan daerah.

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan kesediaan pengembang mengikuti peraturan pemerintah pusat otomatis membuat pihak kementerian akan menagih janji tersebut kepada pengembang.

“Karena pengembang sudah bersedia mengikuti aturan, maka setelah ini sukses dibangun kanal 300 meter dan kedalaman 8 meter kita pegang omongannya. Saya kira yang perlu diperbaiki segera diperbaiki sesuai undang-undang,” tegasnya.

Rizal menginginkan agar semua risiko yang dikhawatirkan negara bisa berkurang. Dia juga menekankan tidak boleh ada ‘benteng-benteng’ yang membatasi ruang gerak masyarakat dari kelas tertentu.

“Saya tidak mau di Indonesia ini ada benteng-benteng, baik fisik maupun nonfisik. Misalnya, ada satu kawasan hanya orang kaya saja yang tinggal. Orang miskin digusur. Jangan sampai kita seperti di Amerika Latin, orang kaya takut sama orang miskin. Kemana-mana naik mobil antipeluru,” tuturnya.

Dia pun mengimbau pemerintah untuk belajar seperti Singapura yang bisa melakukan social integration yang satu kawasan bisa dihuni oleh berbagai golongan masyarakat.

“Misal dibuat perumahan diatur social mix,ada Melayu, ada Chinesse, ada India, ada berbagai strata sehingga lingkungannya menjadi social integrasi, jangan sampai ada benteng antara orang kaya dan miskin. Pengembang harus lakukan review agar semua menjadi bagian dari proses integrasi,” terang Rizal. (Jasn/Vis)

Previous Post

Airin kembali di periksa KPK

Next Post

Guardiola bangga meski Munchen tersingkir

Related Posts

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu
HUKUM

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

April 15, 2026
Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?
HUKUM

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

April 13, 2026
Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta oleh Pegawai KPK Palsu
HUKUM

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta oleh Pegawai KPK Palsu

April 11, 2026
Yusril Soal Peran TNI dalam Terorisme: Hanya BKO ke Polisi
HUKUM

Yusril Soal Peran TNI dalam Terorisme: Hanya BKO ke Polisi

April 11, 2026
OTT Bupati Tulungagung, KPK Tangkap 16 Orang
HUKUM

OTT Bupati Tulungagung, KPK Tangkap 16 Orang

April 11, 2026
Kejagung Amankan Kajari Karo Soal Kasus Amsal Sitepu
HUKUM

Kejagung Amankan Kajari Karo Soal Kasus Amsal Sitepu

April 6, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved