Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Susi : Pengembang harus urus ijin baru reklamasi Jakarta

by Aulia Rachman Siregar
Mei 4, 2016
in HUKUM
Reading Time: 2min read
Susi : Pengembang harus urus ijin baru reklamasi Jakarta
0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner- Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti menyatakan PT Kapuk Naga Indah harus mengurus ulang perizinan pembangunan pulau karena adanya sejumlah temuan baru yang tidak ideal karena belum ada kanal pemisah Pulau C dan D.

“Jadi, sebetulnya kalau Pulau C dan D ini tidak terpisah, bapak harus mengurus izin dari awal lagi. Harus dikembalikan karena kalau tidak ini luasnya di atas 500 hektar. Kalau di atas 500 hektar maka izin dan amdalnya dari pemerintah pusat,” tegas Susi kepada Direktur III PT Kapuk Naga Indah, Nono Sampono di kawasan Pulau D, Rabu (4/5/2016).

Susi menegaskan masih banyak pertanyaan yang muncul soal pembangunan pulau reklamasi. Menurut Susi permasalahan muncul dengan gambar peta pulau yang berubah dalam rancangan peraturan daerah.

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan kesediaan pengembang mengikuti peraturan pemerintah pusat otomatis membuat pihak kementerian akan menagih janji tersebut kepada pengembang.

“Karena pengembang sudah bersedia mengikuti aturan, maka setelah ini sukses dibangun kanal 300 meter dan kedalaman 8 meter kita pegang omongannya. Saya kira yang perlu diperbaiki segera diperbaiki sesuai undang-undang,” tegasnya.

Rizal menginginkan agar semua risiko yang dikhawatirkan negara bisa berkurang. Dia juga menekankan tidak boleh ada ‘benteng-benteng’ yang membatasi ruang gerak masyarakat dari kelas tertentu.

“Saya tidak mau di Indonesia ini ada benteng-benteng, baik fisik maupun nonfisik. Misalnya, ada satu kawasan hanya orang kaya saja yang tinggal. Orang miskin digusur. Jangan sampai kita seperti di Amerika Latin, orang kaya takut sama orang miskin. Kemana-mana naik mobil antipeluru,” tuturnya.

Dia pun mengimbau pemerintah untuk belajar seperti Singapura yang bisa melakukan social integration yang satu kawasan bisa dihuni oleh berbagai golongan masyarakat.

“Misal dibuat perumahan diatur social mix,ada Melayu, ada Chinesse, ada India, ada berbagai strata sehingga lingkungannya menjadi social integrasi, jangan sampai ada benteng antara orang kaya dan miskin. Pengembang harus lakukan review agar semua menjadi bagian dari proses integrasi,” terang Rizal. (Jasn/Vis)

Previous Post

Airin kembali di periksa KPK

Next Post

Guardiola bangga meski Munchen tersingkir

Related Posts

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi
HUKUM

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Mei 26, 2026
RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara
HUKUM

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Mei 21, 2026
Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit
HUKUM

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

April 27, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan
HUKUM

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

April 24, 2026
Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif
HUKUM

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved