Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Hasil Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Putin, PT Pertamina Fokus Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Rusia

by Aulia Rachman Siregar
Mei 20, 2016
in Migas, Nasional
Reading Time: 3min read
Hasil Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Putin, PT Pertamina Fokus Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Rusia
0
SHARES
260
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

INDONESIA VISIONER, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memantapkan penjajakan kerja sama dengan perusahaan energi Rusia Rosnef, dengan mengunjungi fasilitas pengolahan minyak (kilang) Tuapse di Rusia.

‎Kunjungan ke kilang minyak Tuapse yang dikelola oleh Rosneft dilakukan Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto dan Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi.

Delegasi Indonesia berkunjung ke Rusia dalam rangkaian rencana kerja sama strategis Pertamina dan Rosneft. Dalam kunjungan ke Kilang Tuapse yang merupakan fasilitas kunci di sektor migas Rusia tersebut, delegasi ditemani oleh Chairman of the Management Board Rosneft Igor Sechin.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari pengembangan rencana kerja sama RI-Rusia, khususnya antara Pertamina dan Rosneft di sektor migas,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro,  dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/5/2016).‎

Kilang Tuapse memiliki kapasitas 240 ribu barel per hari dengan produk berstandard Euro 4 dan Euro 5.

Selain ke kilang Tuapse, Menteri BUMN, Dirut Pertamina, Direktur Pengolahan Pertamina beserta anggota delegasi lainnya berkunjung ke fasilitas terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) bawah laut di Tuapse yang memiliki kapasitas transhipment sekitar 17 juta ton BBM per tahun.

Rosneft, perusahaan minyak terbesar di Rusia tengah menjajaki kerja sama pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur bersama dengan investor lain. Perusahaan tersebut juga menawarkan bisnis lain kepada PT Pertamina (Persero) untuk ekspansi di Rusia.

Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya tengah melakukan pendalaman dengan calon partner pembangunan kilang minyak di Indonesia, yakni Rosneft. Pendalaman tersebut, Ia menuturkan, menyangkut isu-isu untuk mempercepat realisasi pembangunan kilang di Tuban.

“Rosneft produsen crude terbesar di dunia dan calon partner, tapi kita mesti butuh pendalaman lagi misalnya tingkat keekonomian, financing, mekanisme joint venture-nya seperti apa,” ujar Dwi saat ditemui usai pertemuan.

Rosneft merupakan satu di antara enam perusahaan calon investor proyek kilang minyak di Tuban. Lima lainnya adalah Saudi Aramco (Arab Saudi), China National OffshoreOil Corporation (CNOOC), Kuwait Petroleum International, PTT GC Thailand dan Thai Oil.

“Pendalaman ini kita lakukan supaya jangan sampai nanti sudah diumumkan pemenang, tapi setelah itu perjalanannya tidak sesuai. Karena Timur Tengah juga punya kapabilitas besar untuk proyek ini,” jelas Dwi.

Mantan Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk mengakui, rencana bisnis Rosneft untuk pembangunan kilang sudah sesuai dengan strategi Pertamina. Namun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Migas terbesar itu harus mempertimbangkan kepentingan Pertamina dan negara supaya lebih diuntungkan dengan kerja sama ini.

“Rosneft akan mensuplai komoditas (crude) ke Pertamina, dan menawarkan Pertamina mengembangkan bisnis upstream di Rusia. Karena selama ini kita sudah impor minyak dari Rusia tapi lewat trader di Singapura, kalau ini bisa impor langsung akan lebih kompetitif,” papar dia.

Sementara soal insentif pembangunan kilang, Dwi mengatakan, Rosneft sejauh ini belum meminta fasilitas insentif kepada pemerintah. “So far, tidak minta insentif,” ucap Dwi.

Dalam kesempatan sama, Menteri ESDM Sudirman Said mengaku senang lantaran Pertamina memperoleh tawaran kerja sama pembangunan kilang dari perusahaan minyak Rusia.

“Rosneft perusahaan minyak kuat di dunia. Urusan kilang bisa masuk ke hulu, dan di tempat lain. Kita ingin ada partnership lebih luas, ingin ada mutual benefit, dan mempertajam kerja sama business to business (B to B),” ujar Sudirman.

Sudirman menuturkan, Pemerintah selalu memberi kesempatan investor dari mana pun untuk menanamkan modal membangun kilang di Indonesia, ‎sehingga tidak bergantung pada satu negara.

“Tidak boleh ketergantungan pada satu negara saja. Kita welcome saja. Siapapun yang memnuhi syarat-syarat memberi manfaat lebih baik bagi Pertamina dan negara akan kita,”‎ tutur Sudirman.

Sudirman melanjutkan, perusahaan minyak asal Rusia tersebut memang masuk dalam kualifikasi calon investor yang akan membangun kilang, saat ini keterlibatannya sedang dalam pertimbangan menjadi rekanan PT Pertamina (Persero).

“Saya mendengar dari Pertamina sudah ada proses seleksi di depan. Rosneft masuk dalam short list dalam prefer dan sedang dipertimbangkan,” ujar Sudirman‎. (Hdr-VIS)

 

Previous Post

Korban-korban Berjatuhan, di Balik Pengamanan Tour de Flores

Next Post

SKK Migas Beberkan Faktor Blok Gas Natuna Belum Dikembangkan

Related Posts

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
Ekonomi

Gejolak Harga Energi Berlanjut, Rupiah Masih Tertekan

April 27, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved