Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

SKK Migas Beberkan Faktor Blok Gas Natuna Belum Dikembangkan

by Aulia Rachman Siregar
Mei 20, 2016
in Migas, Nasional
Reading Time: 2min read
SKK Migas Beberkan Faktor Blok Gas Natuna Belum Dikembangkan
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

INDONESIA VISIONER, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan penyebab belum dikembangkannya lapangan Migas East Natuna, padahal lokasi ini memiliki kandungan gas lebih besar dari ‎Masela.

Kepala SKK Migas Zikrullah mengatakan, kandungan karbondioksida (Co2) pada lapangan tersebut sangat tinggi, bahkan lebih besar dari kandungan gasnya. Itu sebabnya pengembangan East Natuna harus menggunakan teknologi canggih yang dapat mengelola Co2.

“Memerlukan teknologi yang dapat mengolah Co2 yang tinggi,” kata Zikrullah di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Menurut dia,  teknologi yang dibutuhkan untuk mengolah East Natuna hingga kini belum ditemukan, sehingga pengembangan lapangan yang memiliki‎ kandungan gas sebesar 46 triliun kaki kubik (Tcf) tersebut belum bisa dilakukan. “Dan teknologi itu yang belum kita temukan, yang cocok,”‎ tuturnya.

Zikrullah mengaku hingga kini pemerintah juga belum menunjuk Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) untuk mengembangkan lapangan tersebut. ‎ “TapiPSC nya belum ditunjuk. Saya sulit kasih komen karena ranahnya masih di Direktorat Jenderal Migas belum diSKKMigas,” jelas dia.

Sekretaris Jenderal Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Muhammad Sani mengatakan, kandungan gas di blok gas Natuna mencapai 46 triliun kaki kubik (TCF) sedangkan di Masela hanya memiliki kandungan gas 7 TCF, jauh lebih sedikit.

‎”Natuna penting kita tahu, di Masela itu ada 7 TCF tidak seberapanya. Di Natuna ada 46 TCF, itu baru di satu lapangan kita punya 4 sampai 6 kali lipat Masela,” ujar Sani.

Namun saat ini lapangan gas Natuna tersebut belum bisa memproduksi gas‎ karena belum ada pengembangnya, padahal gas tersebut bisa meningkatkan ketahanan energi.

Menurut Sani, saat ini Komite Energi Nasional (KEN) juga sedang melakukan pengkajian pengembangan lapangan gas Natuna, yang harus cepat dilakukan pemerintah. Itu karena wilayah tersebut berada di perbatasan dengan negara tetangga. Pengembangan gas di wilayah ini dapat menunjukkan kedaulatan Indonesia.

Dalam upaya mengembangkan kawasan tersebut perlu dukungan berbagai pihak agar pengembangan terintegrasi, seperti pembangunan kawasan industri di sekitar wilayah tersebut.

“Dukungan kawasan ini tidak akan berkembang kalau tidak didukung secara integrated masterplan Natuna akan dipusatkan di mana, pipanya siapa yang bangun gasnya kemana,” tutup Sani.(Hdr-VIS)

 

Previous Post

Hasil Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Putin, PT Pertamina Fokus Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Rusia

Next Post

Sibuk Syuting Stripping, Pemeran Sinetron “Anak Jalanan” Natasha Wilona Tunda Kuliah

Related Posts

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon
BUMN

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon

April 11, 2026
Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’
Nasional

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’

April 11, 2026
Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal
Nasional

Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal

April 11, 2026
Kata Istana Soal Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih
Nasional

Kata Istana Soal Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih

April 11, 2026
Prabowo Curhat Pelaku Korupsi Biayai Gerakan Lawan Pemerintah 
Nasional

Prabowo Curhat Pelaku Korupsi Biayai Gerakan Lawan Pemerintah 

April 11, 2026
Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut
BUMN

Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut

April 6, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved