Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

PT Pertamina Bersinergi Dengan Saudi Aramco Sepakat Tingkatkan Kapasitas Kilang Cilacap

by Aulia Rachman Siregar
Mei 23, 2016
in Default, Migas, Nasional
Reading Time: 1min read
PT Pertamina Bersinergi Dengan Saudi Aramco Sepakat Tingkatkan Kapasitas Kilang Cilacap

INDONESIA VISIONER, Jakarta – PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco sepakat untuk meningkatkan kapasitas‎ kilang minyak yang berada di Cilacap. Kesepakatan ini diwujudkan dengan menunjuk Amec Foster Wheerler Energy Limited untuk melakukan studi Basic Engineering Design (BED).

Penandatanganan dilakukan oleh Vice President of International Operations Saudi Aramco Said Al-Hadrami dan Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardad‎i di Kantor Pusat Pertamina hari ini.

Hardadi menjelaskan kerjasama kedua perusahaan dalam peningkatan kapasitas ini merupakan bentuk kemajuan yang signifikan.

“Untuk melakukan sebuah proyek besar ini, keberadaan partner strategis dengan kemampuan teknik dan finansial yang mumpuni tentu sangat diperlukan, dan menurut kami Saudi Aramco merupakan partner yang ideal,” kata Hardadi di kantornya, Senin (23/5/2016).

Dijelaskannya, dalam 9 bulan ke depan Amec Foster akan mengembangkan ruang lingkup terkait usulan proyek pengembangan kilang yang sudah ada di Cilacap dan akan menyelesaikan konfigurasi dan paket lisensinya.

Pengembangan kilang Cilacap merupakan bagian dari program refinery development master plan (RDMP) yang dimiliki Pertamina. Pengembangan ini diperlukan untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia.

Pengembangan kilang ini dilakukan dengan tujuan akhir kapasitasnya meningkat 10 persen menjadi 370 ribu barel per hari. Mengenai biaya proyek pengembangannya, diperkirakan akan membutuhkan dana US$ 4 miliar hingga US‎$ 5 miliar.

“Saudi Aramco melihat potensi jangka panjang dari investasi dan kerjasama ini, di mana kami melihat proyek ini akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dan juga negara dalam beberapa dekade ke depan,” tambah Al-Hadrami.

Proyek pengembangan ini juga akan meningkatkan kapasitas petrokimia yang diproduksi kilang, yaitu aromatic meningkat hingga lebih dari 600 KTPA dan polypropylene meningkat hingga 160 KTPA.

Kedua perusahaan mentargetkan pen‎yelesaian Front end Engineering Design (FEED) pada 2018, dan memulai fase EPC di 2019, sehingga proyek peningkatakan kapasitas kilang cilacap ini akan selesia 2022. (Hdr-VIS)

 

Previous Post

Sandiaga ikhlas Gerindra tidak mendukung di Pilgub DKI

Next Post

Imbas Pertemuan Bilateral Presiden Jokowi dengan Rusia Proyek Kerjasama Kilang PT Pertamina-Rosneft Masuk Tahap Finalisasi

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Gibran Bawa Mahasiswa ke NTT untuk Pemulihan Gempa: Peran Nyata Generasi Muda di Tengah Bencana
Daerah

Gibran Bawa Mahasiswa ke NTT untuk Pemulihan Gempa: Peran Nyata Generasi Muda di Tengah Bencana

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Momen Hangat Prabowo, Jokowi, dan Gibran Tampak Mesra
Nasional

Momen Hangat Prabowo, Jokowi, dan Gibran Tampak Mesra

Agustus 17, 2026
Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Doakan Korban Gempa NTT
Nasional

Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Doakan Korban Gempa NTT

Agustus 17, 2026
Saan Mustopa Dorong Percepatan Hunian Tetap bagi 4.000 Pengungsi Gempa NTT
Nasional

Saan Mustopa Dorong Percepatan Hunian Tetap bagi 4.000 Pengungsi Gempa NTT

Agustus 17, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

TERPOPULER

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved