Jakarta, 21 Agustus 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi memulai pembangunan hunian vertikal di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026). Proyek ini menjadi bagian dari dukungan KAI terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, proyek yang dibangun di atas lahan seluas 2,2 hektare ini akan terdiri dari delapan tower setinggi 24 lantai dengan total 3.784 unit hunian. “Pengerjaan total akan memakan waktu selama 18 bulan dimulai hari ini,” ujarnya dalam acara groundbreaking di Manggarai .
Hunian ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah . Bobby menegaskan KAI akan menjaga tata kelola agar hunian di tengah kota ini tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerimanya .
Terintegrasi dengan Transportasi Publik
Proyek ini dikembangkan dengan konsep Transit-Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik . Lokasi hunian hanya berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai yang melayani sekitar 162 ribu pelanggan setiap hari dengan 700-750 perjalanan kereta api harian .
Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan 150 unit retail sebagai fasilitas pendukung . Pembangunan mencakup Blok G dengan tiga tower (1.276 unit) dan Blok F dengan lima tower (2.508 unit) .
Harga Terjangkau dan Beragam Tipe
Hunian Manggarai akan dipasarkan dengan harga mulai Rp406 juta untuk tipe terkecil 28 meter persegi, mengacu pada Keputusan Menteri PKP Nomor 23/KPTS/M/2026 yang menetapkan batas atas harga jual Rusunami subsidi untuk wilayah DKI Jakarta sebesar Rp14,5 juta per meter persegi .
Tersedia beragam tipe unit, mulai dari studio 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, tipe 45 dengan dua kamar tidur, hingga tipe 52 dengan tiga kamar tidur .
Komitmen KAI untuk Hunian Layak
Bobby menegaskan pembangunan hunian ini mengusung tiga prinsip utama, yaitu layak (memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan), terjangkau (sesuai kebijakan pemerintah), dan berkelanjutan (terhubung dengan angkutan massal serta ramah lingkungan) . KAI juga berencana mereplikasi konsep serupa di sejumlah lokasi lain seperti Kampung Bandan, Bandung, Surabaya, dan Semarang .






