INDONESIA VISIONER, JAKARTA – SKK Migas menyayangkan sikap masyarakat Indonesia yang kerap kali menilai bahwa pihaknya lebih berpihak kepada perusahaan minyak dan gas (migas) asing dibandingkan nasional. Hal itu terjadi pada saat melakukan pengawasan kegiatan usaha hulu migas.
Wakil Kepala SKK Migas Zikrullah mengatakan, lembaga tempat dirinya bekerja sama sekali tidak berkoalisi dengan perusahaan asing. Meskipun, Zikrullah menyadari ada beberapa perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia.
“Coba lihat di sini, 99,9 persen kan nasional semua. Tapi kenapa publik selalu mendikotomikan bahwa investor migas itu ‘asing’, dan SKK Migas yang mendukung asing ini,” kata Zikrullah di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/5/2016).
Selain itu, kata Zikrullah, masyarakat juga memiliki pandangan bahwa SKK Migas lebih mendukung kegiatan ekspor produksi gas nasional dibandingkan dengan kegiatan yang dimanfaatkan atau untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Menurut dia, kapasitas produksi gas yang selama ini diekspor, lebih dikarenakan dalam negeri belum mampu menyerap seluruh produksi gas dari KKKS se-Indonesia.
“Diekspor bukan semata menghindari pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Tapi sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi. Kita siap memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tambahnya.
Kendati demikian, Zikrullah meminta seluruh masyarakat yang masih memiliki pandangan buruk terhadap SKK Migas dapat mengetahui terlebih dahulu alasan produksi gas nasional diekspor.
“Jangan selalu ditunjukkan wah hobinya jual gas ke luar negeri. Memang akan lebih baik kalau sumber daya alam dimanfaatkan di dalam negeri. Tapi kan harus sinkron, market belum ada di dalam negeri. Ini yang harus kita pahami bersama, bahwa usaha di hulu migas harus dipersepsikan sebagai pejuang energi,” tutupnya. (Hdr-VIS)






