Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

KEBIJAKAN CARUT MARUT, DEKAN FISH-UNESA DI DEMO MAHASISWA

by Aulia Rachman Siregar
Oktober 20, 2016
in Daerah, Pendidikan
Reading Time: 1min read
KEBIJAKAN CARUT MARUT, DEKAN FISH-UNESA DI DEMO MAHASISWA

Ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Hukum, Universitas Negeri Surabaya (FISH-UNESA) yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa FISH-UNESA (PM-FISH), menggelar aksi damai di depan Gedung Dekanat FISH-UNESA, Kamis (20/10/2016).

Mereka menuntut pimpinan fakultas (Dekan) yang dinilai kacau dalam mengambil dan menerapkan kebijakan, sehingga tidak memberikan dampak progresif bagi kemajuan civitas akademik. Ditambah lagi, yang membuat mahasiswa meradang adalah mereka tidak dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Korlap aksi, Wahyu Kurniawan ketika dimintai keterangan menyampaikan bahwa dalam 1,5 (satu setengah) tahun memimpin,   banyak perumusan kebijakan yang tidak melibatkan mahasiswa dan terkesan otoriter. Kebijakan-kebijakan yang dirasa tersebut antara lain; meniadakan perkuliahan luar kelas (PLK) untuk beberapa program studi, dimana pelaksanaaan PLK ini bagi mahasiswa sebenarnya sangat penting untuk menunjang proses perkuliahan. Kemudian permasalahan lahan parkir yang sampai sekarang tak kunjung selesai, hingga pengerahan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan-kegiatan semenasi yang diselenggarakan oleh Dekanat yang pada akhirnya mengorbankan jam perkuliahan. Dampaknya, mahasiswa diberikan tugas tambahan yang begitu memberatkan untuk mengganti perkuliahan tersebut.

“kami mempertanyakan, bagaimana pikiran ibu Dekan ini, masa’ teman-teman disuruh ikut seminar sampai harus meninggalkan perkuliahan, bahkan sampai ada yang langsung mengintervensi untuk menghentikan perkuliahan”, tambah Wahyu.

Permasalahan lain adalah PLK, yang dihentikan penyelenggaraannya dengan  menyetop alokasi anggaran yang diambilkan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sehingga mahasiswa harus rela merogoh koceknya sebesar 100-200 ribu per orang agar bisa menyelenggarakan PLK. Padahal PLK ini sangat penting dalam menunjang perkuliahan.

“Hal ini tidak bisa kita biarkan, selama hampir 1,5 tahun ini kita diam saja. Namun kali ini kami sudah muak. Makanya kami menggelar aksi damai ini, agar pihak dekanat sadar akan tugas, peran dan fungsinya”, ucap Wahyu.

Menurut keterangan aksi ini akan terus berlanjut, apabila tidak ada tanggapan dari dekan, dan PM FISH akan menyampaikan hal ini sampai ke Rektor Unesa hingga ke Kemenristek Dikti. (akw-iv)

Previous Post

Relawan Siliwangi Akan Peringatkan KPUD Tetap Independen

Next Post

Kartel Bisnis Smelter Dituding Bisa Membunuh Bisnis Pertambangan

Related Posts

Orang Dekat Pimpinan DPR Aceh Dihukum Cambuk 22 Kali karena Berzina
Daerah

Orang Dekat Pimpinan DPR Aceh Dihukum Cambuk 22 Kali karena Berzina

Agustus 20, 2026
Enam Kepala Dinas di Bogor Tak Bisa Dihubungi, KPK Diduga Gelar OTT
Daerah

Enam Kepala Dinas di Bogor Tak Bisa Dihubungi, KPK Diduga Gelar OTT

Agustus 20, 2026
Gibran Bawa Mahasiswa ke NTT untuk Pemulihan Gempa: Peran Nyata Generasi Muda di Tengah Bencana
Daerah

Gibran Bawa Mahasiswa ke NTT untuk Pemulihan Gempa: Peran Nyata Generasi Muda di Tengah Bencana

Agustus 20, 2026
Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir
Daerah

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir

Agustus 19, 2026
Kapolri dan Ketua Komisi IV Serahkan Bantuan Traktor ke Masyarakat, Dukung Swasembada Pangan
Daerah

Kapolri dan Ketua Komisi IV Serahkan Bantuan Traktor ke Masyarakat, Dukung Swasembada Pangan

Agustus 19, 2026
Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Dukung Swasembada Pangan
Daerah

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Dukung Swasembada Pangan

Agustus 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks Dirut PGN Divonis 4 Tahun Bui terkait Korupsi Jual Beli Gas

Orang Dekat Pimpinan DPR Aceh Dihukum Cambuk 22 Kali karena Berzina

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Enam Kepala Dinas di Bogor Tak Bisa Dihubungi, KPK Diduga Gelar OTT

Gibran Bawa Mahasiswa ke NTT untuk Pemulihan Gempa: Peran Nyata Generasi Muda di Tengah Bencana

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir

TERPOPULER

Eks Dirut PGN Divonis 4 Tahun Bui terkait Korupsi Jual Beli Gas

Orang Dekat Pimpinan DPR Aceh Dihukum Cambuk 22 Kali karena Berzina

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Enam Kepala Dinas di Bogor Tak Bisa Dihubungi, KPK Diduga Gelar OTT

Gibran Bawa Mahasiswa ke NTT untuk Pemulihan Gempa: Peran Nyata Generasi Muda di Tengah Bencana

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved