Visioner.id Jakarta– Gagasan Nusantara yang terdiri dari elemen Mahasiswa di beberapa kampus Jakarta melakukan aksi di depan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dalam menyatakan pendapat di muka umum gagasan nusantara oleh saudara Ari Bahari sebagai Kordinator aksi lapangan menyoroti prihal program USO (Universal Service Obligation) yang pernah di jalankan oleh kemenkoinfo di bawah BPT3TI. Aksi berlangsung lancar di Gedung KPK, Senin (28/11).
“Program itu bermasalah dan di berhentikan oleh pemerintah, mengakibatkan kerugian para vendor pemenang tender dan mangkrak program tersebut seperti program MPLIK dan PLIK,” ungkap Ari.
Lanjut Ari, Gagasan Nusantara juga menyoroti terkait program Re – Design USO, alih-alih program USO masih bermasalah kenapa ada program baru bernama Re – Design USO.
“Jika kami perhatikan pemenang tender pada beberapa program Re – Design USO adalah Vendor bermasalah,” Ujar Ari.
Ari melanjutkan beberapa Vendor Bermasalah tersebut sebut saja PT Sufia Technology, PT. Multi Kontrol dan ada juga BUMN yaitu PT LEN itu data perusahaan yang kami peroleh dan kami akan terus mangali kasus ini agar terang benderang. (Vis/jo)






