Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Entahlah, KAHMI Alor masih hidup?

by Aulia Rachman Siregar
Juni 13, 2017
in Opini
Reading Time: 2min read
Menanti GICF HMI; Rumah Perjuangan Terbesar Mahasiswa se-NTT
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Rahmad Nasir. M.Pd (Dosen IKIP Muhammadiyah Kalabahi)

Sudah memasuki hari ke-18 Ramadhan namun belum juga ada tanda-tanda KAHMI Alor mengkonsolidasikan anggota-anggotanya untuk sekedar melakukan silaturahim dalam bentuk buka puasa bersama atau lebih dari itu melakukan safari ramadhan ke masjid-masjid pelosok sebagai bentuk kepedulian KAHMI terhadap umat. Atau mungkin dalam desain kegiatan pengabdian lainnya yang bisa saja mengajak adik-adik HMI untuk terlibat membantu hal-hal teknis di lapangan.

Entahlah… apakah karena terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan?

Entahlah… apakah terlalu sibuk melakukan ibadah ramadhan di masjidnya masing-masing?

Entahlah… apakah terlalu sibuk mengurusi dinamika politik di kabupaten Nusa Kenari?

Entahlah… apakah sudah melupakan tugas dan tanggungjawabnya terhadap amanah yang sedang diembannya?

Entahlah… entahlah … entahlah…

Saya merasa sangat gersang nuansa KAHMI Alor terhadap kegiatan-kegiatan pengabdian keagamaan dalam mengisi momentum ramadhan 1438 H ini. Paling sederhananya adalah buka puasa bersama di rumah salah satu anggota KAHMI dalam membangun ukhwah islamiyah sesama kader HMI. Tentu silaturahim akan memberikan banyak keberkahan berupa mendiskusikan banyak hal menyangkut kebutuhan umat dan daerah/bangsa dalam konteks kekinian. Silaturahim juga dalam upaya membangun persatuan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompetitif di era kekinian. Jika sampai malam ke-30 KAHMI Alor belum juga berbuat satu kegiatan ramadhan maka ini sungguh sangat disayangkan. Itu artinya boleh saya katakan bahwa organisasi ini sudah tidak berfungsi lagi alias banyak struktur miskin fungsi.

Melalui coretan ini setidaknya ada harapan memanfaatkan sisa ramadhan ini untuk minimal dilakukan satu desain kegiatan yang mampu mengumpulkan banyak alumni yang tersebar dalam berbagai ruang pengabdian di negeri seribu moko ini. Untuk itulah, pimpinan KAHMI perlu mengambil langkah taktis untuk sesegera mengkonsolidasikan anggotanya agar mewujudkan keresahan saya yang mungkin sebenarnya juga adalah keresahan seluruh civitas ijo itam di kabupaten Alor. Sayang sekali jika potensi alumni yang luar biasa ini tidak dimanfaatkan dan dimaksimalkan sebaik mungkin demi memberikan manfaat buat daerah tercinta ini.

Ada alumni yang jiwa aktifis ke-HMI-annya masih kental dan berapi-api, ada yang sedang-sedang saja alias datar-datar saja bahkan ada yang benar-benar telah melupakan rasa keaktifisannya. Kendati demikian, hal itu wajar-wajar saja karena merupakan hak setiap individu dalam merencanakan dan menjalankan karir hidupnya dalam bidang pengabdian tertentu. Sebaiknya pengurus KAHMI mendata, mengklasifikasikan serta melakukan pendekatan serta memberi motivasi agar yang merasa biasa-biasa saja dan yang tak ada lagi bekas rasa aktifis bisa hadir kembali untuk semakin memberi warna dalam dinamika kebermanfaatan HMI di Alor. Kita sudah harus memikirkan bagaimana menghadirkan sekretariat HMI yang permanen, demikian juga sekretariat KAHMI. Saya kira proses pembangunan Graha Insan Cita Flobamora (GICF) di Kupang bisa menjadi contoh yang baik bagi kita untuk mulai bergerak mewujudkannya di Alor. Tentu tidak harus sebesar dan semewah seperti yang di Kupang, namun minimal respresentatif dijadikan sebagai rumah perjuangan bersama.

Tidak hanya sampai di situ, mimpi-mimpi kita harus besar menerobos ruang waktu masa depan bahwa civitas HMI harus tampil prima memainkan kontribusinya dalam berbagai bidang kehidupan (akademisi, politis, praktisi pendidikan, pengusaha dan sebagainya) sehingga diaspora HMI akan memberi dampak positif bagi kemajuan daerah ini. Dengan begitu tanpa disadari HMI telah memberikan kontribusi positif untuk kemajuan daerah.

Entahlah… inilah celoteh yang tak berarti apa-apa. Dibaca tak mengapa, tak dibaca tak mengapa.

Entahlah… sajak yang direnungkan tak mengapa, tak direnungkan tak mengapa.

Entahlah… dibenci tak mengapa, disukai tak mengapa.

Entahlah… inilah sajak diam, sajak yang mewujud melalui tuts komputer pinjaman.

Semoga harapan ini bisa tertunai dalam kenyataan, minimal dalam batin dan fikiran semua yang berani mengaku dirinya kader HMI. Salam perjuangan. Yakin Usaha Sampai.

Kalabahi, 18 Ramadhan 1438 H

Previous Post

Ketua Umum HMI Badko : Konsolidasi Keumatan Melawan Korupsi

Next Post

Pimpinan KPK Didesak Segera Mencopot Karutan Tahanan KPK Karena Diduga Lakukan Pungli Terhadap Tahanan KPK

Related Posts

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026
Opini

Mengakhiri Demokrasi Biaya Tinggi:
Pilkada Langsung Itu Gagal: Kenapa Kita Masih Takut Balik ke DPRD?

Januari 5, 2026
Opini

The Enforcer: Mengapa Publik Semakin Menaruh Kepercayaan pada Langkah Taktis Dasco?

Januari 1, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved