JAKARTA – Percepatan pembangunan di daerah dinilai akan berjalan maksimal jika pemuda daerah terlibat dan bergerak aktif. Sebab, memasuki era desentralisasi, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat.
Hal itu diungkapkan, Fahmi Ismail penggiat Kie Raha Institute dalam wawancara dilakukan oleh awak media tentang pandangan peran pemuda strategis dalam pembangunan.
Menurutnya, pembangunan daerah akan maksimal apabila anak muda terlibat aktif. Melalui gerakan yang kreatif, dia yakin banyak anak muda tertarik untuk berkontribusi.
Kami baru berjalan dalam kisaran waktu 8 bulan ini. Alhamdulillah, kami sudah bisa mengajak anak-anak muda untuk konsen pada pembangunan daerah baik itu dari sektor ekonomi kreatif maupun gagasan-gagasan pembangunan yang mampu memajukan daerah se nusantara khususnya Maluku Utara.” Kata Fahmi
Ia mengungkapkan, anak muda asal Maluku Utara banyak yang sudah jadi orang hebat di perantauan maupun di Maluku Utara sendiri. Mereka diakui di tanah orang dan saatnya memberi kontribusi kepada kampung halaman dan kami percayakan untuk anak muda yang harus ambil peran dalam pembangunan daerah apalagi momentum dekat dengan Pilkada serentak di Maluku Utara ini merupakan peran yan strategis yang harus diambil pemuda”Jangan dihitung besar atau kecilnya dulu, yang terpenting berani berbuat.,” kata Mantan Sekretaris Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia Wilayah Jawa Timur ini.
Menurutnya, masih banyak potensi daerah yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.
“Anak muda banyak memiliki gagasan dan ide kreatif yang dibutuhkan untuk menggali potensi daerah seperti potensi wisata, UMKM, ekonomi kreatif, kelautan, dan masih banyak lagi,” ujarnya. (Tm).






