Visioner.id – Pelajar asal Patani Indonesia dan Thailan inisiasikan pertemuan untuk bersilaturrahmi sekaligus membangun hubungan bilateral yang bertujuan untuk membentuk organisasi Daerah lintas Negara
Salah satu pelopor Muh. Marjan Halek sebagai pelajar asal Patani Indonesia yang juga mahasiswa Hubungan Internasional Muhammadiyah Malang ini bertekat untuk menjalin silaturrahmi dengan pelajar asala Patani Thailand. Silaturrahmi yang akan diselenggarakan bukan sebagatas bertatap muka namun melihat aspek sejarah dan kepentingan daerah.
Baginnya hubungan bilateral bukan hanya oleh pemerintah akan tetapi sudah saatnya sebagai pelajar juga mengambil bagian dalam membengun hubungan bilateral demi kepentingan daerah masing-masing. Ungkap aktivis Malang itu pada 14/9/19
Silaturrahmi ini rencananya akan dilakasakan pada pertengah bulan Oktober mendatag yang akan melibatkan semua pelajar asal kedua daerah tersebut, jika diperlukan maka akan melibatkan pemerintah dari kedua daerah.
Respon juga datang dari pelajar asal Pattani Thailand yang juga tertarik dengan gagasan yang ditawarkan tersebut. Baginya silaturrahmi akan menjadi gerbang awal untuk membangun hubungan bilateral antar pelajar. Ungkap Usman sebagai salah satu mahasiswa hubungan internasional universitas muhammadiyah Malang.
Puluhan pelajar asal Patani yang saat ini menimbah ilmu di kota Malang meskipun berbeda Negara akan tetapi memiliki kesamaan nama daerah yaitu Patani Kab. Halmahera Tengah, Prov Maluku Utara, Indonesia dan Pattani Thailand, bukan hanya kesamaan nama daerah yang menjadi alasan membangun hubungan bilateral akan tetapi kedua daerah tersebut masing-masing adalah mayoritas beragama islam dan kepentingan daerah masing-masing.
Lanjut Albar sapaan akrab Muh. Marjan Halek ‘dari kesamaan nama daerah ini bukan hal terjadi secara kebetulan akan tetapi tidak terlepas dari sejarah daerah masing-masing, mungkin ada hal lain yang belum terpublikasi seperti sejarah penyebaran islam atau sejarah nama Patani itu sendiri’
ditambahkan lagi, saat ini masing-masing daerah mulai mengembangkan investasi dalam sektor apapun, sehingga besar harapan gagasan ini direspon baik oleh pemerintah kedua daerah tersebut demi kepentingan daerah. Tutup Albar. (Adt).






