Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Memamah Buku ‘Menjerat GusDur’, Tidak adil jika hanya membidik HMI connection

by Visioner Indonesia
Januari 3, 2020
in Opini
Reading Time: 2min read
0
SHARES
129
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Memamah Buku ‘Menjerat GusDur’, Tidak adil jika hanya membidik HMI connection

Oleh: Azmi Muttaqin, pembina GusDurian Universitas Wahid Hasyim.

(Foto: beritacenter.com)

Visioner.id – Tidak adil jika hanya membidik HMI connection. Kita tahu, bahwa Prof Mahfudz MD adalah tokoh HMI dan pernah menjadi ketua KAHMI pusat. Beliau termasuk orang terdekat Gus Dur, loyalis dan Gusdurian sampai hari ini.

Dan PMII connection, melalui gerbong cak Imin, (semua ex aktifis PMII yg di DPP PKB versi cak imin), bersama-sama menikung dan mengusir Gus Dur dari PKB. Partai yang dulu didirikan olehnya. Dan sekaligus Kyainya mereka, yang kemudian mereka khianati sendiri.

Dan tidak berhenti begitu saja. Anak-anak biologis dan ideologis Gus Dur (Gusdurian), semuanya terdepak dari PKB versi Cak Imin (PMII connection). Sampai Gus Dur pernah mengatakan, bahwa beliau tidak akan pernah rela, jika nama dan fotonya dijual oleh PKB versi begundal-begundal tersebut.

Tidak mengherankan jika Munas PKB kemarin, Cak imin dan barisannya ex PMII, yang akhirnya mengalami konflik saling tikung menikung sendiri. Mereka yang termotivasi karena politik transaksional, maka selain korupsi, pengkhianatan menjadi tradisi perilaku berpolitiknya.

Karena mereka adalah para politisi yang tidak sanggup mengikuti jejak arah politik Gus Dur, yaitu berpolitik anti transaksional, yang lahir dari dorongan kegelisahan rakyat karena rakusnya oligarki. Baik oligarkh produk Orba maupun reformasi.

Gus Dur ingin membuat sistem untuk membatasi para oligarki yang terus menguasai pengelolaan negara untuk kepentinganya sendiri. Politisi seperti itu akan selalu mengandaikan, diluar darinya adalah musuh & dan membangun dirinya menjadi oligarki baru.

Bagi saya, musuh Gus Dur bukanlah HMI, atau bahkan orang-orang Orba sekalipun. Tetapi mereka yang mempunyai nalar bengkok dalam tujuan bernegara. Apakah sebagai politisi, pengusaha, maupun penyelenggaraan negara, bahkan akademisi & tokoh publik. Mereka yang berada di era Orba dan setelahnya.

Memang Akbar Tanjung adalah mantan ketua PB HMI dan produk Orba, tetapi cak Imin pun juga sama, mantan ketua PB PMII, bahkan politisi produk reformasi. Berikut barisan elit DPP PKB lainnya.

Lantas apakah juga adil jika kita mengadili PMII? Seperti halnya kita hari ini beramai2 meludahi HMI atas kasus kudeta Gus Dur.

Berlakulah adil sedari dari pemikiran kawan/sahabat/abang, tidak semua HMI & PMII connection itu bernalar bengkok, dan bermimpi menjadi oligarki.

Tags: #Buku menjerat GusDur#GusDur
Previous Post

Dua Periode Kepemimpinan Bupati Buru Selatan : Aktivis Jakarta Menilai Bupati TAGOP Gagal Memimpin Buru Selatan

Next Post

Hasa Polnus, Ibrahim Fatsey: The Government of Indonesia is Firm to China in Violating International Rules

Related Posts

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi
Opini

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi

April 26, 2026
BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

TERPOPULER

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved