Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Alumni Ponpes Sumber Mas Sumenep: Santri harus ambil Peran dalam membangun Umat dan Bangsa

by Visioner Indonesia
Mei 29, 2020
in Daerah
Reading Time: 3min read
0
SHARES
130
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id – Saat ini, masih banyak kalangan yang memposisikan nomor sekian dari pada alumni lembaga pendidikan lainnya, bahkan terkadang dianggap belum bisa berkompetisi di ruang publik, baik secara keilmuan maupun praktek di lapangan.

Namun, anggapan tersebut bagi Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto salah besar bahkan ia menyebutnya sebagai penilaian yang sesat. Saat ini santri sudah membuka diri dan sudah mengambil bagian, baik di dunia politik, akademisi maupun dunia praktisi lainnya seperti perbankan dan bisnis.

“Saat ini sudah tidak ada dikotomi bagi santri, publik sudah bebas disinggahi siapa saja. Dan santri saat ini sudah banyak ambil bagian, kita lihat dunia politik, sudah banyak dari kalangan santri. Saya sendiri berlatar santri, dengan keterbatasan saya, Alhamdulillah saya bisa ambi bagian,” demikian disampaikan Sunanto yang biasa disapa Cak Nanto dalam acara “Silaturrahim Virtual dan Taushiah Kepesantrenan”, yang digelar Pondok Pesntren Sumber Mas, Kamis (28/05/2020).

Lalu, Cak Nanto mencontohkan apa yang pernah ia lakukan untuk Pondok Pesantren yang ia pernah menimba ilmu di dalamnya. Tahun 2019 lalu, ia melakukan komunikasi dengan Kapolri, Tito Karnavian dan Panglima TNI, Hadi Tjanjanto untuk bersilaturrahim ke Pondok Pesantren Sumber Mas Sumenep Madura.

Menurutnya upaya tersebut sebagai bukti bahwa santri diterima oleh kalangan elit bangsa.

“2019 lalu saya pernah mendatangkan Kapolri dan Panglima ke Pondok Pesantren saya di kampung saya sana (Madura). Alhamdulillah, beliau berkenan. Ini bukti santri bisa diterima siapa saja termasuk elit bangsa ini,” tambah Cak Nanto.

Pada kesempatan yang sama, Alumni Ponpes Sumber Mas yang kini menjadi Wakil Kepala Sekolah atau Koordinator bidang Kurikulum MBI Amanatul Ummah, Abdul Jalal, mengatakan bahwa santri saat ini bisa berperan lebih dari sekedar yang dibayangkan. Tidak hanya di dalam negeri tetapi juga bisa ke luar negeri.

Ia pun menceritakan kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh lembaga pendidikan, MBI Amanatul Ummah, yakni alumninya mampu bersaing di beberapa kampus di luar negeri. Alumni lembaga yang ia tekuni saat ini, diklaim sudah banyak diterima kampus ternama di berbagai negara.

“Awal-awal saya merasa kurang PeDe, tetapi setelah saya masuk di dalamnya ternyata bisa memegang amanah dan mampu membawa alumni bisa diterima oleh beberapa kampus luar negeri. Ini semua peran santri,” tegas Jalal pada acara yang diikuti sekitar kurang lebih 100 peserta itu.

KH. A. Mufthi Khazin, M.H.I sebagai ketua Yayasan Sumber Mas yang juga Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya apresiasi dengan adanya pertemuan virtual alumni Pondok Pesantren Sumber Mas tersebut. Dalam taushiah singkatnya, ia memaparkan tentang kondisi Sumber Mas saat ini dan menceritakan secara khusus tentang progresnya terutama dalam dua tahun terakhir.

Ia pun menyampaikan progres berupa adanya metode Akselerasi Belajar Baca Kitab -Kuning Gundul- buatannya yang kemudian diberi nama Metode Alfatih.

“Metode Alfatih bisa dibilang sangat efektif jika dibandingkan dengan metode-metode lain yang sudah ada selama ini. Metode ini sangat simpel dan praktis sehingga dalam testimoninya para peserta yaang ikut program ini mampu memperoleh keterampilah membaca kitab kuning gundul dalam waktu yang relatif singkat yaitu 15 hari intensif,” terang K.H. Mufti.

Oleh karena itu, lanjutnya, tidak heran jika banyak pesantren-pesantren besar berikut juga sekolah-sekolah negeri dan swasta di Kab. Sumenep yang sudah memakai metode ini. Selebihnya menurutnya, Metode Alfatih sudah go nasional karena sudah digunakan pula di beberapa lembaga di berbagai belahan Indonesia, bahkan sudah bisa dianggap mulai go internasional.

“Khususnya asia karena Metode Alfatih juga sudah di gunakan di salah satu Pondok Pesantren di Malaysia,” pungkasnya.

Silaturrahmi Virtual ini diadakan oleh Pondok Pesantren Sumber Mas dalam rangka untuk menjalin silaturrahim pada momen lebaran dimana negara lagi menghadapi pendemi Covid 19.

Acara tersebut memakai fasilitas media zoom, pesertanya sekitar 100 orang yang tersebar dari berabagai daerah. Ada yang di Malang, Jombang, Jakarta, Jogja dan lain sebagainya. Sebagai penyampai taushiah antara lain, K.H. Mufti Khazin, Sunanto, Abd. Jalal dan berperan sebagai host Ahmad Mufid. (*)

Previous Post

Polemik Arah Kiblat ke Utara di Musholla Desa Pallantikang, Sukriadi Terduga Siap Memperbaiki ke Arah Kiblat Yang Benar

Next Post

Pemuda Fobaharu Bersatu Lawan Corona Gelar Jum’at Bersih

Related Posts

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus
Daerah

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

April 26, 2026
Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono
Daerah

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

April 15, 2026
Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau
Daerah

Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau

April 11, 2026
Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km
Daerah

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km

April 6, 2026
Kemhut Sita Kembali 1.875 Hektare Hutan Ilegal di Bengkulu
Daerah

Kemhut Sita Kembali 1.875 Hektare Hutan Ilegal di Bengkulu

Maret 18, 2026
Kasus Anton Timbang, Visioner Indonesia Desak Media Jaga Akurasi Berita
Daerah

Kasus Anton Timbang, Visioner Indonesia Desak Media Jaga Akurasi Berita

Maret 17, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

TERPOPULER

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved