Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pegiat Antikorupsi Sumsel: Bukti Satu Koper Dugaan Korupsi Proyek di OI Telah Diserahkan, Kejagung Harus Tindak Lanjuti

by Visioner Indonesia
September 13, 2021
in Daerah
Reading Time: 2min read
0
SHARES
68
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai Kejaksaan Agung lamban mengusut dugaan korupsi proyek tahun Jamak Ogan Ilir (OI) 2007-2010.

Ia menyebut kasus tersebut sudah seharusnya naik ke tingkat penyidikan karena kasunya terang benderang dengan potensi kerugian negara Rp 103 milyar.

“Kejagung tidak boleh tebang pilih, kasus skandal tahun Jamak OI 2007-2010 harus segera diusut. Harus cepat naik ke penyidikan karena ini dugaan korupsi dengan kerugian negara yang sangat besar, ditaksir mencapai Rp 103 milyar dari anggaran Rp 324 milyar,” kata Feri dalam keterangannya, Senin (13/9/2021).

Menurut Feri, dugaan korupsi itu bisa dilihat bukan hanya pada potensi kerugian negara namun memaksakan eksekusi proyek yang tidak sesuai dengan aturan.

“Pembayaran pekerjaan proyek melanggar Perda APBD 2010 dan Perbud Penjabaran APBD Ogan Ilir 2010 dan berpotensi merugikan keuangan negara Rp 103 milyar serta PP 58 tahun 2005 tentang Keuangan Daerah menjelaskan aturan keuangan daerah yang harus melalui persetujuan DPRD,” ungkapnya.

Feri menjelaskan, jika pelaksanan proyek tersebut tidak ada dasar hukumnya maka jelas-jelas itu adalah proyek siluman dan diduga banyak sarat kepentingan.

“Patut diduga pembayaran kontrak proyek tahun jamak Ogan Ilir tahun 2007 sampai dengan 2010 tidak mempunyai dasar hukum karena tidak tercantum dalam Perda APBD OI 2010 dan Penjabarannya sehingga dapat di anggap proyek tahun Jamak Ogan Ilir pada APBD OI 2010 adalah proyek siluman dan bagian dari APBD Siluman,” terang Feri.

Lebih lanjut, Feri menuturkan keyakinannya akan adanya kongkalikong karena DPRD OI pernah mengajukan hak interpelasi soal proyek tahun Jamak OI tersebut.

“Wajar para anggota DPRD Ogan Ilir kala itu mengajukan hak interplasi karena uang negara di keluarkan tanpa dasar hukum namun di halangi oknum pimpinan DPRD Ogan Ilir dengan alasan tahun politis. Saya malah curiga kalau dugaan kelebihan pembayaran hingga Rp 103 milyar ini justru untuk biaya politik,” jelasnya.

Atas dasar itu, Feri mendesak Kejagung segera usut tuntas dan pelakunya ditangkap apalagi kasus ini adalah bentuk pengaduan dari masyarakat yang seharusnya mendapat atensi khusus.

“Dengan alat bukti Perda tahun Jamak dan alat bukti satu koper yang telah di serahkan ke Kejagung oleh pegiat antikorupsi milenial Jakarta, harus ditindak lanjuti dengan cepat oleh Kejagung, jangan terkesan diam membisu agar tidak muncul kecurigaan adanya deal-deal atau nego-nego untuk menghentikan proses hukum,” ucapnya.

“Pidana korupsi berdasarkan pasal 2 dan pasal 3 undang-undang Tipikor tidak harus membuktikan adanya aliran dana ke pelaku namun unsur perbuatannya terpenuhi dan ada fihak yang di untungkan atau dalam bahasa hukum “memperkaya,” pungkas Feri.

Tags: KejagungKorupsi
Previous Post

KPK Diminta Periksa Stafsus Kemendes PDTT Atas Dugaan Kasus Jual Beli Jabatan

Next Post

Terkait Kasus Korupsi SMKN 7, Jaringan Pemuda Nusantara Desak KPK Panggil Ketua dan Pejabat KCD Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan

Related Posts

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu
Daerah

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Juni 1, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas
Daerah

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

Mei 25, 2026
Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus
Daerah

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

April 26, 2026
Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono
Daerah

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

April 15, 2026
Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau
Daerah

Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Ketua Pemuda Muncar Bergerak Icha Soroti Korupsi BGN dan Pelemahan Rupiah

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

TERPOPULER

Ketua Pemuda Muncar Bergerak Icha Soroti Korupsi BGN dan Pelemahan Rupiah

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved