
Jakarta – Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Kuningan, Jakarta Selatan.
Mereka menyoroti kasus suap yang menyeret Gubernur Non aktif Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, yang telah dijadikan tersangka oleh KPK, dan meminta KPK mengusut tuntas semua yang terlibat didalamnya.
Menurut Hafizh, selaku korlap dalam aksi tersebut menyatakan bahwa kasus suap Nurdin Abdullah ini belum selesai, pasalnya masih banyak yang diduga terlibat namun belum ditetapkan tersangka juga oleh KPK.
“Kasus suap Nurdin Abdullah belum usai, kami minta KPK segera usut tuntas, tangkap semua yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi di Sulsel,” ujar Hafizh, Jumat (24/09/2021).
Sejumlah orang yang diduga terlibat kuat, menurut Hafizh, banyak dari kalangan pengusaha dan politisi, bahkan saksi-saksi yang dipanggil oleh KPK masih ada yang tidak kooperatif.
“Kami mendukung KPK untuk menangkap semua yang diduga terlibat kongkalikong dengan Nurdin Abdullah. Jangan biarkan berkeliaran. KPK hebat tangkap semua terduga suap Nurdin Abdullah. Jangan tebang pilih,” tegas Hafizh.
Massa aksi juga meminta KPK memperjelas beberapa nama pengusaha yang diduga terlibat dalam proses gratifikasi kepada tersangka Nurdin Abdullah.
“Kami minta KPK agar beberapa pengusaha Petrus Yalim, Haerudin, Adi Gunawan, Thiawudy Wikarso, Jhon Teodore, Feri Tanriadi, Andi Indar, dll status hukumnya dipertegas dan diinformasikan ke publik,” tangkas Hafizh.
“KPK jangan sampai tebang pilih, tak ada yang kebal hukum di negeri ini. Segera tersangkakan para pengusaha yang diduga terlibat dalam kasus suap Nurdin Abdullah,” tutup Hafizh.





