Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Hari Tani Nasional, Rega: Petani Masih Terdegradasi

by Visioner Indonesia
September 24, 2021
in Daerah
Reading Time: 2min read
0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banten – 24 September masyarakat Indonesia memperingati Hari Tani Nasional. 24 September menjadi tonggak maha penting bahwa hukum agraria kolonial telah dihapus menjadi hukum nasional negara merdeka. Melalui Keppres No 169/1963 Presiden Sukarno menetapkan Hari Tani Nasional.

Menurut wakil ketua bidang jaringan petani dan nelayan REPDEM Banten, M. Rega Revaldy, penetapan Hari Tani Nasional sebagai pengingat bahwa cita-cita Proklamasi adalah menyudahi penjajahan kolonial di bidang sumber agraria dan petani sehingga UUPA menjadi hukum nasional yang berwatak keadilan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia berbasis agraria.

Rega menyampaikan bahwa peringatan Hari Tani Nasional saat ini diwarnai dengan terdegradasinya petani, jauh dari kata sejahtera.

“Petani saat ini terdegradasi menjadi buruh tani atau penggarapan berpetak kecil yang jauh dari transformasi kaum tani berwatak merdeka. Lahan-lahan petak kecil itu tidak cukup mampu mensyaratkan skala penguasaan dan pengelolaan tanah menuju alam kesejahteraan,” ujarnya, Jumat (24/09/2021).

Momentum Hari Tani Nasional ini, Rega tekankan kepada Gubernur Banten untuk menyelesaikan masalah agraria yang berakibat pada penindasan petani.

“Dalam momentum Hari Tani Nasional ini Saya menekankan kepada gubernur Banten untuk menyelesaikankan masalah agraria, konflik yang terjadi di beberapa daerah Banten yang mengakibatkan penindasan terhadap petani. Keberpihakan kepada kaum tani tertindas harus segera bisa diwujudkan. Segera redistribusi tanah kepada kaum tani, lebih baik lagi dalam bentuk kolektif dalam satu hamparan. Agar tidak terjadi privatisasi tanah yang individual,” tegas Rega.

Selain itu, Rega menyarankan pemerintah segera mengatasi segala ketimpangan penguasaan lahan untuk segera diberikan kepada rakyat dalam pengelolaannya.

“Saya menyarankan agar pemerintah bekerja keras mengatasi ketimpangan penguasaan lahan dengan segera mendistribusikan tanah eks HGU atau tanah terlantar, yang secara faktual telah dikelola oleh rakyat, agar segera diberikan kepada rakyat,” katanya.

Menurut Rega, rakyat adalah investor dan pewaris kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia punya hak menikmati kemerdekaan sejati.

“Sejarah Indonesia tidak bisa lepas dari perjuangan petani,” tutupnya.

Tags: Petani
Previous Post

KPK Diminta Mahasiswa Periksa Semua Pengusaha yang Diduga Terlibat Kasus Suap Nurdin Abdullah

Next Post

Viral Video Anak Sekolah Seberangi Sungai Dengan Styrofoam di OKI, Pemuda Muslimin: Bentuk Kegagalan Pemkab

Related Posts

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono
Daerah

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

April 15, 2026
Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau
Daerah

Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau

April 11, 2026
Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km
Daerah

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km

April 6, 2026
Kemhut Sita Kembali 1.875 Hektare Hutan Ilegal di Bengkulu
Daerah

Kemhut Sita Kembali 1.875 Hektare Hutan Ilegal di Bengkulu

Maret 18, 2026
Kasus Anton Timbang, Visioner Indonesia Desak Media Jaga Akurasi Berita
Daerah

Kasus Anton Timbang, Visioner Indonesia Desak Media Jaga Akurasi Berita

Maret 17, 2026
Sentuhan Humanis Brimob NTT: Menabur Kedamaian di Balik Seragam Loreng
Daerah

Sentuhan Humanis Brimob NTT: Menabur Kedamaian di Balik Seragam Loreng

Maret 15, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved