
Jakarta,- Jaringan Aktivis Nusantara mendukung langkah Kemenristekdikti untuk mencopot jabatan rektor Universitas Institut Teknologi Kaltim (ITK) Budi Santosa Purwokartiko. Hal tersebut lantaran statusnya di media sosial yang menyebut penutup kepala ala manusia gurun di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) viral.
Romadhon Jasn Koordinator Aktivis Nusantara mengatakan bahwa seharusnya kejadian tersebut membuat dirinya menggelengkan kepala tak habis fikir, “kok bisa sekelas rektor berbicara seperti itu?” ujarnya.
Dirinya telah membaca klarifikasi pernyataan rektor di media massa, namun menurutnya klarifikasi tersebut terbilang mengada-ngada dan tak jelas, lebih kepada gugup sehingga tidak nyambung antara pernyataan Budi dan klarifikasinya.
“Iya kan dia katanya lg wawancarai mahasiswa yang ikut kesempatan keluar negeri, dari 12 itu gak ada yg pake krudung, disitu seolah dia membanggakan bahwa mahasiswa tanpa krudung lebih terbuka luas pemikirannya sampai bawa-bawa Tuhan. nah ini lebih parah lagi, ini kacau sih menurut saya, jangankan jadi rektor, jadi dosen aja gak cocok jika punya pemikiran seperti ini”. Ungkap Romadon
Lanjut Romadon, pemikiran seperti ini sah-sah saja, namun jika sudah di lempar ke dalam media sosial, harus siap bertanggung jawab pada tulisannya. Terlebih jika tulisannya menyinggung pakaian, kepercayaan atau yang disebut SARA.
“Kami dari Jaringan Aktivis Nusantara sangat kecewa pada Budi ini, kalo bisa dipercepat proses hukumnya dan pasti kami menginginkan dicopot sebagai rektor serta di beri pembinaan” Tutupnya