Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Breaking News !! Keluarga Besar Mahasiswa Obi Dan Beberapa OKP Maluku Utara geruduk Kantor Pusat Harita Group

by Visioner Indonesia
Juni 13, 2023
in Default
Reading Time: 3min read
0
SHARES
140
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
foto Aksi unjuk rasa oleh OKP mahasiswa Maluku di kantor pusat Harita Grup.

Jakarta | Gagasnusantara, Senin 12 Juni 2023 Keluarga Besar Mahasiswa Obi (JABODETABEK) Dan Beberapa OKP Maluku Utara mendatangi kantor pusat HARITA GROUP dalam hal melakukan aksi unjuk rasa.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan aspirasinya yang disaksikan langsung oleh Dirut dan para petinggi HARITA GROUP.

Manurut keterangan Korlap Aksi La Wawan L.N aksi yang lakukan sempat terjadi gesekan fisik antara pendemo dengan pihak keamanan setempat. Penyebab dari gesekan fisik itu dilatar belakangi oleh adanya pencegalan pihak kemanan terhadap mahasiswa yang menerobos paksa masuk hingga kedepan pintu loby kantor tersebut dan pada akhirnya mahasiswa itu berhasil masuk. Hingga aksi itu pun dapat berlangsung secara damai.

Adapun permasalahan yang meraka sampaikan terkait masalah sosial warga desa kawasi dan masalah lingkungan hidup serta tidak terakomudirnya dengan baik program CSR dari pihak HARITA GROUP terhadap masyarakat pesisir tambang.

Wawan L.N selaku koordinator lapang dalam aksi itu menyampaikan, persoalan yang dialami oleh warga desa kawasih hari ini mengenai relokasi atau pemindahan paksa terhadap warga desa kawasi yang sengaja dilakukan oleh pihak HARITA GROUP.

Hal ini menurut Wawan L.N merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi. Ia juga melanjutkan dalam orasinya ‘harusnya pihak perusahan yang menjaga jarak dengan desa kawasi, bukan malah warga desa kawasi yang harus dipindahkan”.

Bagi Wawan, ini bukan solusi yang baik untuk warga desa kawasi, sehingga mahasiswa obi yang berada diwilayah JABODETABEK mendukung para warga desa kawasi untuk terus mempertahankan desanya.

Lanjut, Menurut para mahasiswa itu dalam aspirasinya, semenjak beroperasinya HARITA GROUP di pulau Obi, banyak terjadi perubahan mulai dari segi lingkungan hidup seperti hutan dan lahan menjadi gundul, air sungai yang berpotensi tercemar oleh limbah B3, air laut yang tadinya jernih menjadi keruh, ekosistem laut yang tidak berkembang bahkan menjadi punah. Kemudian dari kondisi soisal masyarakat pulau Obi, hari ini pun ikut dikebiri oleh para penguasa dan para korporat yang hanya mementingkan keuntungan bisnis pribadi, Imbuh Wawan L.N Korlap Aksi

Menuru dugaan Wawan L.N tegaskan “Dan yang lebih mirisnya lagi sekarang masyarakat pulau obi khususnya masyarakat desa Kawasi akan di pindahkan dari desanya secara paksa oleh pihak HARITA GROUP. Dari segi lingkungan hidup serta kondisi sosial yang terjadi di pulau Obi, khusus-nya desa Kawasi hari ini, tentu pihak pemerintah dan HARITA-lah yang menjadi dalangnya”.

Wawan L.N tegaskan Bagi para mahsiswa menyampaikan Fenomena ini terlihat adanya penjajahan terhadap masyarakat Obi. Mestinya hal ini tidak terjadi seperti yang dijelaskan dalam Mukadimah UUD 1945 alinea pertama, bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan dan pri-keadilan .Selain itu, Pemerintah dan HARITA GROUP harusnya mampu merealisasikan tentang apa yang disebutkan dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yaitu: “Bumi, Air dan Kekayaan Alam yang terkadung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebebar-besarnya kemakmuran rakyat. Pasal tersebut memuat tentang instrumen sebagai penekan terhadap pemerintah dan HARITA GROUP dalam mengelola sumber daya alam yang terkandung pada pulau Obi.

Dari hasil Rillis, Atas dasar kondisi lingkungan serta kondisi sosial yang terjadi di pulau Obi, sehingga Kelurga Besar Mahasiswa Obi (JABODETABEK) dan beberapa OKP Maluku Utara menuntut HARITA GROUP deng poin-poin tuntutan sebagai berikut:

TUNTUTAN:

1. Menolak relokasi (Pemindahan paksa) masyarakat desa Kawasi oleh perusahaan HARITA GROUP

2. Mengutuk keras atas dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan HARITA GROUP

3. Mendesak HARITA GROUP untuk menjalankan program CSR sesuai dengan UU yang berlaku.

Previous Post

Terkait Penghinaan Suku, Visioner Indonesia Ajak Masyarakat Percayakan Proses Pada Penegak Hukum

Next Post

Terkait Komitmen Persiapan Dan Antisipasi Informasi Bohong Jelang Pemilu 2024, Begini Hasil Rakernas Jejaring Pemeriksa Fakta!

Related Posts

Default

INDONESIA JADI KIBLAT PEMASYARAKATAN DUNIA: PEMUDA MUSLIMIN JAKARTA UTARA NYATAKAN DUKUNGAN PENUH ATAS TRANSFORMASI SISTEM PEMULIHAN BERBASIS BUDAYA

April 20, 2026
Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung
Default

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

April 19, 2026
Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026
Default

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

April 16, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

April 12, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved