
Komisi Pemberantasan Korupsi diminta untuk mengaudit kekayaan Bupati Lahat Cik Ujang karena diduga manipulasi LHKPN. Hal itu disampaikan oleh sekolompok pemuda yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Sumatera Selatan.
Mereka melakukan aksi demonstrasi depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (16/8/2023).
Dalam orasinya, koordinator aksi Bagas Trimanda menyampaikan, dugaan manipulasi LHKPN Cik Ujang karena untuk menghindari kecurigaan akan adanya aliran dana hasil korupsi dari berbagai proyek di Kabupaten Lahat.
“Ada dugaan kuat bahwa Cik Ujang manipulasi LHKPN agar tidak diperiksa KPK karena kalau misalkan ada kecurigaan aliran dana yang tidak wajar pasti langsung mendapat atensi KPK,” kata Bagas depan KPK.
Sebagai informasi, LHKPN Cik Ujang seperti yang tertera di laman KPK: 2019 sebesar Rp 10.585.502.615; tahun 2020 sebesar Rp 11.179.434734; tahun 2021 sebesar Rp 10.983.799.228; tahun 2022 sebesar Rp 10.268.789.186.
Bahkan, tambah Bagas, tidak masuk akal ketika harta kekayaan Cik Ujang semakin sedikit sampai menjelang akhir masa jabatannya sebagai Bupati Lahat.
“Ketika kami cek LHKPN Cik Ujang sejak awal dilantik Bupati sampai sekarang menjelang akhir masa jabatan ternyata makin menurun berarti kan rugi jadi Bupati,” terangnya.
“Apa tidak ada cara lain untuk membodohi rakyanya sendiri?, padahal gaji dan tunjangan Bupati sangat besar jadi tidak mungkin rugi,” lanjutnya.
Selain itu, kata Bagas, Cik Ujang diduga mempunyai usaha yang tidak dimasukkan ke LHKPN sehingga menimbulkan dugaan diperoleh dari hasil korupsi.
“Sudah menjadi rahasia umum dan masyarakat Lahat sudah tahu semua kalau Cik Ujang punya SPBU, angkutan batubara, tanah di mana-mana dan masih banyak usaha lain namun ketika dicek LHKPN tidak dicantumkan,” tuturnya.
Dengan demikian, Bagas meminta KPK untuk memberikan atensi khusus dan segera audit semua kekayaan Cik Ujang.
“Kalau misalkan atas nama orang lain usaha yang diduga punya milik Cik Ujang maka semakin jelas dugaan bahwa didapat dari hasil korupsi dan KPK harus turun tangan untuk mengaudit kekayaan Cik Ujang dan segera tetapkan tersangka,” imbuhnya.
Bagas memastikan akan terus melakukan aksi depan KPK hingga dugaan korupsi yang dilakukan Cik Ujang diungkap dan diusut tuntas.
“Musuh kami koruptor dan kami pastikan akan terus melakukan aksi depan KPK sampai Cik Ujang ditersangkakan,” tandasnya.
