
Sejumlah pemuda mengatasnamakan Forum Mahasiswa Sumatera Selatan (Formasa) mendatangai komisi pemberantasan korupsi untuk meminta usut dugaan korupsi proyek mangkrak Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kabupaten Lahat yang menelan biaya kurang lebih Rp 5 miliar.
Mereka melakukan aksi demonstasi depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (16/8/2023).
Menurut koordinator aksi, Billy Saputra, proyek AKN pada masa jabatan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sutoko diduga telah terjadi penyelewengan anggaran sehingga sampai sekarang tidak selesai.
“Ini merupakan suatu kelalaian dan tanpa perencanaan yang matang bahkan ada indikasi tindak pidana korupsi sehingga bangunan AKN mangkrak dan sampai sekarang hanya menjadi bangunan yang tak berguna,” kata Billy depan KPK.
Billy Saputra meminta KPK mengusut dan segera periksa eks Kadisdikbud Lahat Sutoko yang dianggap bertanggung jawab atas mangkraknya proyek tersebut.
“Yang harus diperiksa dalam hal ini adalah Sutoko karena proyek ini dianggarkan pada masanya saat menjabat Kadisdikbud Lahat,” ungkapnya.
Billy Saputra meyakini, KPK tidak akan tinggal diam melihat anggaran negara digunakan untuk proyek yang tidak ada gunanya bahkan diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
“KPK harus periksa Sutoko dan segera tersangkakan karena ada dugaan kuat anggaran itu masuk ke kantong pribadinya sehingga mengakibatkan proyek tidak jalan,” jelasnya.
Terakhir, Belly Saputra memastikan akan terus melakukan aksi untuk mengawal kasus tersebut hingga Sutoko diperiksa dan ditersangkakan.
“Kami (Formasa) sudah dua kali aksi dan kami pastikan akan terus berlanjut sampai Sutoko ditangkap KPK,” tandasnya.
