
Jakarta – Sejumlah pemuda mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi melakukan aksi demonstrasi depan Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (24/1/2024).
Mereka mendesak Mendagri Tito Karnavian mencopot Penjabat (Pj) Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Apriyadi karena diduga terlibat dalam politik praktis.
Diketahui, anak Apriyadi merupakan caleg DPRD Provinsi Sumsel dari partai Golongan Karya (Golkar).
Dalam orasinya, koordinator aksi Tonico menyampaikan bahwa ada dugaan kuat Apriyadi menggunakan fasilitas dan perangkat Pemkab Muba dalam mengkampanyekan anaknya.
“Apriyadi sangat kentara indikasinya telah ikut cawe-cawe dalam politik praktis. Dia diduga menggunakan wewenangnya sebagai Pj bupati untuk memenangkan anaknya sebagai caleg.
Hal itu sangat bertentangan dengan statusnya sebagai ASN yang dilarang Undang-undang ikut terlibat dalam politik praktis,” kata Nico depan Kemendagri.
Nico mengaku dapat informasi bahwa Apriyadi diduga telah memerintahkan camat, lurah dan kades untuk mencarikan suara untuk anaknya sebagai caleg DPRD Provinsi.
“Sebenarnya wajar kalau seorang ayah membantu anaknya untuk menjadi anggota dewan namun jika melanggar undang-undang maka harus disanksi tegas,” ungkapnya.
“Apalagi sesuai informasi yang di dapat, bahwa Apriyadi diduga telah menekan camat, lurah dan kades untuk memenangkan anaknya,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Nico mendesak Mendagri untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Apriyadi dan segera mencopotnya.
“Nunggu apalagi Pak Tito, segera copot Apriyadi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nico menjelaskan bahwa Apriyadi merupakan Pj bupati yang cacat moral karena diduga berduaan dengan seorang perempuan di dalam hotel yang bukan istrinya namun tetap dipertahankan oleh Mendagri.
“Apriyadi ini penuh kontroversi, selain diduga terlibat politik praktis tapi juga cacat moral karena diduga berduaan dengan perempuan di dalam hotel,” terangnya.
Nico memastikan akan terus melakukan aski demonstrasi sehingga Tito Karnavian mencopot Apriyadi sebagai Pj bupati Muba.
“Kalau Pak Tito belum juga mencopot Apriyadi, maka aksi ini akan terus berlanjut sampai kapanpun,” tandasnya.
