Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Mendagri Tito Karnavian Diminta Copot Pj Bupati Musi Banyuasin Apriyadi karena Diduga Terlibat Politik Praktis 

by Visioner Indonesia
Januari 24, 2024
in Default
Reading Time: 2min read

Jakarta – Sejumlah pemuda mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi melakukan aksi demonstrasi depan Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (24/1/2024).

Mereka mendesak Mendagri Tito Karnavian mencopot Penjabat (Pj) Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Apriyadi karena diduga terlibat dalam politik praktis.

Diketahui, anak Apriyadi merupakan caleg DPRD Provinsi Sumsel dari partai Golongan Karya (Golkar).

Dalam orasinya, koordinator aksi Tonico menyampaikan bahwa ada dugaan kuat Apriyadi menggunakan fasilitas dan perangkat Pemkab Muba dalam mengkampanyekan anaknya.

“Apriyadi sangat kentara indikasinya telah ikut cawe-cawe dalam politik praktis. Dia diduga menggunakan wewenangnya sebagai Pj bupati untuk memenangkan anaknya sebagai caleg.

Hal itu sangat bertentangan dengan statusnya sebagai ASN yang dilarang Undang-undang ikut terlibat dalam politik praktis,” kata Nico depan Kemendagri.

Nico mengaku dapat informasi bahwa Apriyadi diduga telah memerintahkan camat, lurah dan kades untuk mencarikan suara untuk anaknya sebagai caleg DPRD Provinsi.

“Sebenarnya wajar kalau seorang ayah membantu anaknya untuk menjadi anggota dewan namun jika melanggar undang-undang maka harus disanksi tegas,” ungkapnya.

“Apalagi sesuai informasi yang di dapat, bahwa Apriyadi diduga telah menekan camat, lurah dan kades untuk memenangkan anaknya,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Nico mendesak Mendagri untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Apriyadi dan segera mencopotnya.

“Nunggu apalagi Pak Tito, segera copot Apriyadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nico menjelaskan bahwa Apriyadi merupakan Pj bupati yang cacat moral karena diduga berduaan dengan seorang perempuan di dalam hotel yang bukan istrinya namun tetap dipertahankan oleh Mendagri.

“Apriyadi ini penuh kontroversi, selain diduga terlibat politik praktis tapi juga cacat moral karena diduga berduaan dengan perempuan di dalam hotel,” terangnya.

Nico memastikan akan terus melakukan aski demonstrasi sehingga Tito Karnavian mencopot Apriyadi sebagai Pj bupati Muba.

“Kalau Pak Tito belum juga mencopot Apriyadi, maka aksi ini akan terus berlanjut sampai kapanpun,” tandasnya.

Previous Post

Dugaan Pelanggaran Pada HUT Golkar di Lombok Tengah, Ini Hasil Kajian Bawaslu Lombok Tengah

Next Post

Diduga Jadi Bancakan Korupsi, KPK Diminta Usut Anggaran Penanggulangan Banjir Kota Palembang di Dinas PUPR

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

TERPOPULER

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved