
Sejumlah pemuda mengatasnamakan Komando Pergerakan Mahasiswa Jawa Timur melakukan aksi demonstrasi depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (21/8/2024).
Mereka mendesak KPK menangkap Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Agung Mulyono karena diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana hibah.
Menurut koordinator aksi, Abdul Musawir, aksi tersebut merupakan aksi yang kedua kalinya untuk mengawal kasus korupsi dana hibah yang sedang diusut KPK.
“Ini aksi yang kedua, korupsi dana hibah harus diusut tuntas,” kata Abdul Musawir.
Sebagai informasi, Agung Mulyono merupakan anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Demokrat Dapil 4 yang meliputi wilayah Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso yang tarpilih kembali pada Pileg DPRD Jatim periode 2024-2029.
Abdul Musawir meminta KPK tidak tebang pilih dalam pengusutan korupsi dana hibah Jawa Timur.
“KPK tidak boleh tebang pilih, tidak boleh satupun yang lolos dari jerat hukum,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abdul Musawir menuturkan bahwa masyarakat Jawa Timur tidak ingin mempunyai wakil rakyat yang mempunyai rekam jejak buruk karena terindikasi melakukan korupsi.
“Masyarakat Jawa Timur tidak membutuhkan wakil rakyat terduga korupsi, apalagi ini soal dana hibah yang semestinya diperuntukkan untuk rakyat bukan untuk memperkaya diri sendiri atau kelompoknya,” beber Abdul Musawir.
Abdul Musawir memastikan akan terus melakukan aksi demonstasi depan KPK hingga Agung Mulyono ditangkap.
“Selama Agung Mulyono belum ditangkap dan dijebloskan ke perjara maka kami akan terus melakukan aksi demonstrasi,” tegasnya.
“Tak ada tempat bagi terduga koruptor kecuali di penjara dan dimiskinkan,” tandasnya.
