Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

KMHDI Tolak Kenaikan PPN Jadi 12 Persen

by Visioner Indonesia
November 22, 2024
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
85
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menolak rencana pemerintah untuk menaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025. KMHDI menilai kenaikan PPN berpotensi melemahkan daya beli masyarakat ditengah kondisi ekonomi yang belum pulih dari pandemi covid-19.

Ketua Umum PP KMHDI Wayan Darmawan mengatakan saat ini kondisi ekonomi Indonesia masih belum pulih. Kenaikan PPN kata Darmawan akan melambungkan harga-harga dipasaran. Sehingga menggerus kemampuan belanja masyarakat.

“Kenaikan PPN ini membuat daya beli masyarakat akan tergerus dan melemah. Karena biasanya perusahaan tidak mau menanggung PPN dan meminta konsumen sendiri atau masyarakat sendiri yang menanggung PPN” terangnya.

Darmawan mengatakan kelompok masyarakat yang paling berdampak kenaikan PPN adalah kelas menengah dan kelas menengah bawah. Dua kelompok ini, secara struktur ekonomi, kata Darmawan sangat rentan terhadap kenaikan harga. Terlebih pendapatan mereka selama dua tahun terakhir tidak meningkat.

“Sedikit saja ada kenaikan harga pada satu komoditas, maka itu sangat mempengaruhi kondisi ekonomi kelas menengah dan menengah bawah,” terang Darmawan.

Terlebih kata Darmawan dalam 10 tahun terakhir terjadi penurunan kasta kelas menengah Indonesia. BPS mencatat terdapat 10 juta kelas menengah turun kasta. Kondisi tersebut bisa menjadi lebih buruk jika pemerintah tetap memperlakukan kenaikan PPN.

Lebih lanjut, Darmawan mengatakan kenaikan PPN juga dapat mengancam industri Indonesia yang belum pulih. Menurut Darmawan kenaikan akan memicu melemahnya permintaan yang berakibat pada penurunan produksi.

“Jika daya beli masyarakat menurun akibat kenaikan PPN, maka permintaan akan juga menurun sehingga berimbas pada produksi. Maka industri-industri harus menurun kuantitas produksinya yang tentu akan mempengaruhi keuntungan,” ternag Darmawan.

Untuk itu, ia meminta pemerintah menghentikan rencana kenaikan PPN di tahun depan. Ia meminta pemerintah meninjau lagi penerapan PPN dan mulai memberlakukan kenaikan PPN ketika ekonomi Indonesia sudah pulih.

Previous Post

Bahaya Kesehatan dan Etika: DMFI Minta DPR Larang Perdagangan Daging Anjing-Kucing

Next Post

Anggota MPR RI Sri Meliyana Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan 

Related Posts

Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026
Default

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Mei 14, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Mei 13, 2026
Default

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Mei 7, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

April 26, 2026
Default

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

April 26, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

TERPOPULER

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved