
SOLO, (Visioner),– Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan serapan gabah nasional telah mencapai 1,3 juta ton per April 2025, dengan target 2 juta ton hingga akhir bulan. Dengan capaian ini, impor beras dinilai tak lagi diperlukan. Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, memuji langkah ini sebagai wujud kemandirian pangan yang patut dirayakan.
“Serapan gabah melimpah adalah bukti nyata kerja keras petani dan pemerintah,” ujar Romadhon kepada Visioner.id, Selasa (22/4/2025). Ia menilai pernyataan Sudaryono, yang disampaikan usai bertemu Joko Widodo di Solo pada 20 April 2025, sebagai sinyal positif. “Ini langkah menuju swasembada pangan sejati,” katanya.
Sudaryono menegaskan, capaian ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk penuhi kebutuhan beras tanpa impor. Romadhon mengapresiasi visi tersebut. “Pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat melindungi petani,” ujarnya. Ia melihat kebijakan ini sebagai fondasi kokoh bagi ketahanan pangan nasional.
Harga gabah yang stabil di Rp6.500 per kilogram juga menjadi sorotan. “Stabilitas harga adalah nafas bagi petani,” kata Romadhon. Ia memuji langkah pemerintah menjaga keseimbangan antara produksi melimpah dan kesejahteraan petani. “Ini kebijakan yang berpihak pada rakyat,” tambahnya.
Romadhon menyoroti dampak jangka panjang. “Tanpa impor, petani lebih bergairah menanam padi,” ujarnya. Data Kementan menunjukkan produksi beras nasional meningkat 5 persen sejak 2024. “Ini momentum wujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” katanya dengan optimistis.
Namun, Romadhon juga mengingatkan tantangan. “Satu-dua keluhan soal serapan harus segera diatasi,” ujarnya, merujuk pernyataan Sudaryono. Ia mendukung upaya perbaikan distribusi. “Pemerintah harus pastikan semua petani tersentuh manfaatnya,” katanya.
Gagas Nusantara menilai langkah ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 tentang ketahanan pangan. “Sudaryono telah membawa angin segar,” kata Romadhon. Ia mengajak masyarakat dukung produk beras lokal. “Mari kita konsumsi hasil petani kita sendiri,” ujarnya.
“Kami dukung penuh visi ini, dorong perkuat edukasi dan distribusi. “Bersama, kita jaga kemandirian pangan, tanpa impor, masa depan pangan Indonesia akan semakin gemilang,” tutup Romadhon.
