
Solo, (Visioner),- Kunjungan Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo pada 17 April 2025 memicu perbincangan hangat. Berbeda dengan narasi Suara.com yang menyoroti pandangan eks-Kompolnas, Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menegaskan bahwa silaturahmi ini adalah langkah pendidikan yang wajar. Kegiatan ini, dipimpin Kompol Syarif Fitriansyah, bertujuan menimba wawasan kepemimpinan dari Jokowi.
Romadhon Jasn, Ketua JAN, memuji inisiatif Polri ini. “Kami menghormati Presiden Jokowi, tokoh yang telah memimpin Indonesia dengan penuh dedikasi, dan calon pemimpin Polri yang belajar darinya. Silaturahmi ini adalah tradisi mulia,” ujarnya kepada media, Selasa (22/4/2025). Ia menilai kunjungan ini memperkaya perwira Polri untuk melayani masyarakat lebih baik.
JAN mengingatkan pengkritik agar tidak terburu-buru bereaksi. “Jangan sensitif terhadap silaturahmi yang jelas untuk pendidikan. Ini bukan soal politik, tapi pembelajaran. Ia menyesalkan tanggapan berlebihan di media sosial yang mempertanyakan maksud kunjungan tanpa dasar,” tegas Romadhon.
Berbeda dari sorotan yang mengaitkan kunjungan dengan spekulasi, JAN menyoroti nilai pendidikan Sespimmen. “Polri sedang menempa pemimpin masa depan yang visioner. Pengkritik seharusnya mendukung, bukan mencari-cari kesalahan,” kata Romadhon. Ia mengkritik balik sikap nyinyir yang hanya memicu kegaduhan.
Romadhon menekankan bahwa silaturahmi ini mencerminkan keterbukaan Polri. “Belajar dari Jokowi, yang dikenal dekat dengan rakyat, adalah langkah tepat. Ini menunjukkan Polri ingin maju,” ujarnya. Ia mengajak masyarakat melihat kunjungan ini sebagai bagian dari proses pendidikan, bukan isu untuk diperdebatkan.
JAN juga menyoroti pentingnya sikap bijak di era media sosial. “Tanggapan curiga tanpa fakta hanya merusak harmoni. Kami mengajak semua pihak menghormati proses ini,” kata Romadhon. Ia menilai silaturahmi ini justru memperkuat semangat Polri untuk melayani dengan hati.
Menurut Romadhon, Jokowi adalah teladan kepemimpinan yang relevan. “Beliau telah menjaga stabilitas nasional dengan kearifan. Wajar jika Polri belajar darinya,” ujarnya. Ia menambahkan, kunjungan ini adalah bukti Polri tidak alergi terhadap pembelajaran dari figur berpengalaman.
JAN mengkritik narasi yang memicu perpecahan. “Nyinyiran di medsos tidak membangun. Kami dukung Polri yang terbuka belajar, dan masyarakat harus hargai itu,” tegas Romadhon. Ia mengajak pengkritik berdialog secara dewasa, bukan menyebar tuduhan tak berdasar.
Sebagai organisasi yang peduli pada kemajuan bangsa, JAN memandang kunjungan ini sebagai langkah positif. “Kami bukan sekadar penonton. Kami mendukung Polri menyiapkan pemimpin yang mumpuni,” ujar Romadhon. Ia menegaskan silaturahmi ini adalah cerminan Polri yang rendah hati dan siap berkembang.
JAN menyerukan solidaritas untuk Polri. “Kami ajak masyarakat hormati silaturahmi ini sebagai bagian dari pendidikan Polri. Bersama, kita dukung institusi yang melayani rakyat,” tutup Romadhon,





