Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

PGN di Titik Krisis: Tantangan Besar Pasokan Gas Industri dan Harapan Solusi Berkelanjutan

by Visioner Indonesia
Agustus 14, 2025
in BUMN
Reading Time: 2min read
0
SHARES
83
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 14 Agustus 2025 — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tengah mengalami tekanan serius akibat penurunan pasokan gas ke pelanggan industri. Gangguan dikarenakan pemeliharaan tak terencana di hulu migas dan belum terpenuhinya suplai LNG alternatif menyebabkan beberapa industri di Jawa Barat harus mengatur pemakaian hingga 50 persen dan menghentikan produksi sementara.
Situasi ini memicu beragam respon dari kalangan industri dan pemerhati energi yang mengedepankan kritikan membangun sekaligus dukungan solusi. PGN terus berupaya menangani masalah dengan mengimbau penghematan dan memacu percepatan pengadaan LNG domestik.

“PGN sedang menghadapi ujian berat dalam menjaga pasokan gas di tengah tantangan pemeliharaan tak terduga dan perlambatan produksi hulu. Namun, perusahaan harus meningkatkan transparansi dan kecepatan respons agar kerugian industri bisa diminimalisasi,” ujar Romadhon Jasn, pemerhati energi dan kebijakan energi nasional.

PGN memang bergantung pada gas pipanisasi yang mengalami penurunan pasokan, sehingga LNG menjadi sumber alternatif yang jauh lebih mahal dan kompleks pengelolaannya. Menurut Romadhon, “Kenaikan harga LNG menuntut adanya strategi jangka panjang yang holistik, termasuk diversifikasi energi dan investasi infrastruktur gas secara signifikan untuk menjamin pasokan yang andal dan berbiaya efisien.”

Langkah PGN menggenjot pengadaan LNG domestik patut diapresiasi sebagai solusi krisis jangka pendek, namun pendekatan reaktif tidak cukup. “PGN dan pemerintah perlu menyusun roadmap pengembangan sumber gas baru dan penguatan infrastruktur yang berkelanjutan agar tidak terus bergantung pada LNG mahal,” kata Romadhon.

Selain itu, regulasi dan koordinasi pemangku kepentingan menjadi kunci. Pengaturan harga gas harus menyeimbangkan kepentingan industri sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan nasional. “Pemerintah wajib hadir aktif dalam menyelaraskan kebijakan supaya efisiensi energi dan daya saing industri tetap kuat,” imbuh Romadhon.

Krisis ini sekaligus menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi rantai pasokan energi gas nasional. “Investasi inovasi dan peningkatan kapasitas secara menyeluruh sangat dibutuhkan agar industri energi tak lagi mudah goyah menghadapi perubahan pasar dan gangguan pasokan,” ucapnya.

Dukungan masyarakat dan industri penting agar PGN dapat mengelola transisi ini dengan baik. “Perlu diapresiasi ruang manajemen risiko yang diberikan untuk PGN, tapi juga harus diawasi agar kebijakan dan pengelolaan berjalan transparan dan adil,” pungkas Romadhon.

Ke depan sinergi antara pemerintah, perusahaan energi, dan pelaku industri akan menentukan kemajuan ketahanan energi gas nasional. “Semoga PGN bersama stakeholder dapat mewujudkan pasokan energi yang stabil, terjangkau, dan berkelanjutan demi kemajuan bangsa,” tutup Romadhon Jasn.

Previous Post

Pertemuan Hangat Gibran dan Try Sutrisno, Belajar Kepemimpinan & Peringati Pejuang Bangsa

Next Post

Agrinas–Unpad: Sinergi Riset Perikanan untuk Ketahanan Pangan dan Laut yang Lestari

Related Posts

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon
BUMN

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon

April 11, 2026
Harga Emas Antam Menguat Tipis pada Perdagangan Sabtu
BUMN

Harga Emas Antam Menguat Tipis pada Perdagangan Sabtu

April 11, 2026
Menakar Langkah Achmad Muchtasyar di Tengah ‘Sengatan’ Moody’s dan Kritik BPK terhadap Pelindo
BUMN

Menakar Langkah Achmad Muchtasyar di Tengah ‘Sengatan’ Moody’s dan Kritik BPK terhadap Pelindo

April 11, 2026
Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut
BUMN

Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut

April 6, 2026
KAEF Catat Rugi Rp334,9 Miliar, Rasio Utang Berbunga Melebar
BUMN

KAEF Catat Rugi Rp334,9 Miliar, Rasio Utang Berbunga Melebar

April 6, 2026
Harga Emas Antam Melemah, Buyback Lebih Parah
BUMN

Harga Emas Antam Melemah, Buyback Lebih Parah

April 6, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved